Senin, 16 Juli 2018

Pengumuman penempatan




Malam itu, kami di perintahkan untuk menuliskan dua tempat yang ingin ditempatkan pada peace camp 2018. Saya memilih Aceh Tengah, kenapa? Tentu saja menantang diri dengan dingin udara di sana dan bahasa yang berbeda.
Pengumumannya dibacakan kemudian di tempel di mading. Tidak dramatis memang tapi cukup Deg-degkan saat melihat namaku terpampang di desa Serempah, Aceh Tengah dengan 6 orang lainnya. Terima kasih Tuhan untuk kesempatan kembali belajar.

Kamis, 05 Juli 2018

Dari Gunung ke Ruangan

6 bulan setelah pulang dari Luwuk-Banggai, dunia dogeng sebagai pengajar muda berakhir. Dunia dogeng kedua tentang  Aceh Peace Camp dengan tema "kampungku sayang" tema dibuat oleh rumah relawan remaja. 
40 orang yang ikut menempuh jalanan yang terjal, berbatu dan kadang terjatuh. 1 Juli 2018, pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh Besar. Kenapa ini penting? Karena menjadi guru/pengajar/orang yang ingin mengabdi ke kampung harus punya fisik yang kuat lagi pula nabi bilang bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai.
Perjalanan ini menarik, mengenal teman satu sama lain. Mengobrol di jalanan, terjatuh, terguling dengan jalanan terjal. 425 Mdp rasanya begitu banyak cerita, terutama menyaksikan teman-teman yang mendaki dengan kerudung lebar dan rok, pertama sekali.
Yang terpenting perjalanan ini telah membuat saya percaya bahwa saya benar-benar mencintai Negeri ini, Aceh. Mendapati orang-orang keren yang peduli pada kampung, orang-orang yang kemanapun pergi harus mengigat kampung.

 Di Tengah hutan tanpa polusi cahaya terlihat banyak cahaya dari segala penjuru terutama dari arah kota. Malam itu, dalam dingin berbagai cerita dan doa dengan rasa syukur terkirim melalui cahaya purnama. Bahwa kami, ingin melunasi sedikit janji kemerdekaan. 


Pulangnya? Jalanan yang sama juga dilalui bahkan tersesat sedikit. Tapi Alhamdulillah semua kami selamat. 

Segala sesuatu harus ada persiapan maka persiapan tentang apa yang diajarkan harus juga dipersiapkan. Nah, dari gunung ke ruangan selama empat hari untuk melengkapi segala sesuatu kebutuhan menuju penempatan. 

Menariknya. Semuanya harus bekerja, laki-laki perempuan. Inilah Team dunia dogeng baru. 

Aceh peace camp 2018

Kiriman dari Mas Rifai, Sulawesi Tengah

Apa itu Peace Camp? program belajar dan bermain bersama anak-anak pedalaman Aceh. Ada 3 kabupaten yang akan didatangi : Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dengan 5 desa yang akan ditempati. Tahun ini 40 orang anak muda Aceh yang ikut. 


Kegiatan ini di adakan oleh Rumah Relawan Remaja. Selama 4 hari peserta dibekali dengan pelatihan Kurikulum dan dua hari pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh besar.  Kegiatan ini akan berlangsung selama 7-15 juli 2018.

Selasa, 03 Juli 2018

Arya Nusa : Kolam Khusus Anak-anak



Berbatasan laut hanya dengan tembok setinggi 1.5 meter di Labuhan Haji di sanalah kolam Arya Nusa terletak. Kolam ini digemari oleh orangtua dari Kabupaten Aceh Barat daya dan Aceh selatan. Jika ke labuhan haji kolam ini terletak sekitar 10 menit masuk ke dalam dari arah pelabuhan labuhan haji.

Jika menyewa pondok yang ada di kolam tersebut maka cukuplah membayar 15 ribu rupiah. Uniknya, kolam ini hanya boleh anak-anak maksimal sampai usia 15 tahun karena kolamnya yang berjumlah 4 kolam itu hanya sampai 1 meter yang paling dalam. Ada untuk anak-anak usia 3 tahun, kolam usia 7 tahun, kolam usia 10 tahun dan kolam 10 tahun-15 tahun.

Di sana juga menyediakan ban untuk di sewakan dengan membayar 15 ribu rupiah dan di sana menjual berbagai makanan dari mie, nasi, kelapa dan lain-lain. Pengunjung juga bisa membawa makanan dan minuman sendiri serta bisa membawa tikar untuk pinknik. Cocok sekali untuk anak-anak.

Senin, 02 Juli 2018

Fun Bike dan Fun Walk buka Hut Abdya ke-16



10.000 peserta Fun Bike dan Fun Walk mengisi ruang luas lapangan persada Aceh Barat Daya (Minggu, 1/4). Tema Fun Bike yang diambil adalah "Satu sepeda sejuta sahabat" dan Fun Walk
"Ayo ayunkan langkahmu sehatkan jantungmu" dalam rangka memeriahkan Hut Abdya ke-16. Rute yang di lalui Fun Bike adalah :Lapangan persada-Susoh-Sangkalan kembali lagi ke Persada. Sedangkan Fun Walk Lapangan Persada-Kantor Pos-Pukesmas Blangpidie dan kembali ke Persada. 


"Fun Walk dan Fun Bike hanya a pembukaan, akan ada Pergelaran kesenian Rakyat, Olahraga. Harapan panitia : pada event selanjutnya partisipasi masyarakat tetap seperti di funwalk dan fun bike" kata SekdaKab drs. Tambrin yang menjabat sebagai ketua panitia dalam laporannya.
Muhammad Din, Harian Serambi Indonesia menyebutkan "semangat fun walk dan fun bike ini adalah semangat untuk membangun abdya"
Akmal Ibrahim S.H sendiri menyampaikan bahwa "Dalam rangka peringatan ulang tahun Abdya ini yang harus dilakukan adalah bersyukur, gembira, mengkoreksi diri dan memberi semangat untuk memperbaiki diri dan daerah. Melanjutkan yang bagus dan memperbaiki diri bagi yang belum bagus."
Kegiatan tersebut berakhir pada pukul  11 siang setelah pembagian hadiah dari sponsor yang terlibat. 

Kamis, 23 November 2017

Aku, Kau dan Loteng




Ada yang ingin kurangkai dalam kesunyian
kuambil ceceran puzzel yang berhambur
kupikir aku harus menulis ini agar tidak lupa
Tentang malam pertama sekali kita menatap bulan di loteng
Bulan bulat saja, tentu kita tidak berdua
Aku terbunuh dibawah tatapan matamu
Ujung jari menggigil tersentuh tiga
Senyummu membenam, jahat dan penuh maksud
Tidak ada yang bisa kukatakan
Gombalan pemilik rumah
Sampah yang lama disimpan
Panggilan lembut cuci tangan dan berwudhu
Lagu yang kita suka masih diputar dari radio
Hujan terjatuh diloteng membadai
"Kau pecinta hujan bukan?" Tanyamu
tentu, setiap moment yang kusukai sambil menatap lampu kota
aku kesenangan ketika hujan juga turun....
Tidak ada percakapan tentang perasaan
Katamu, biar saja waktu yang membuktikan tentang rasa kita
Jika ia menguat oleh jarak maka akulah yang kau tunggu
Katamu juga, jarak adalah tempat kita menguji doa
Katamu, aku akan pulang dan meninggalkan kenangan loteng
katamu, kau lebih suka menatap punggung yang menjauh meninggalkanmu
Tapi aku? saat mataku tidak terpejam pada jam 3 pagi
aku selalu senang jika kau ada bersamaku, bercerita tentang kisah sebelum kita
Kita hanya dua orang yang dirundung kepedihan hati
Mencoba saling menghibur dan melengkapi
Kita hanya dua orang yang sedang menunggu seseorang
Kita duduk menunggu di loteng berharap yang ditunggu datang
kita, cerita loteng
kita, cerita hujan
kita, cerita tentang kesunyian
Kita, cerita tentang lampu kuning 
Kita, cerita yang entah usai entah dilanjutkan....


Luwuk, November 2017

Minggu, 17 September 2017

Buai

Perempuan itu berdiri di sana, menatap perahu yang sedang menepi.
"Apakah kamu sehat?" tanyaku
"Aku baik-baik saja"
Lalu ruang diam kami hanya di isi oleh desauan angin, perempuan itu masih menatap perahu, kali ini dia menatap kekosongan.
"Aku minta maaf"
"Tidak apa-apa"
"Mengertilah"
"Aku sudah mengerti sejak awal kita menikah bukan? Saat kau mengutarakan ingin menjadikanku yang terakhir, saat kau mengikat akad di depan penghulu itu"
Aku terdiam, aku tau tidak seharusnya bagiku yang sudah menikah menemui perempuan lain, memikirkan perempuan lain.
"Kau tau? Aku percaya sekali padamu. Tidak pernah sekalipun meragukanmu. Tidak sekalipun mencegahmu kemanapun kamu pergi. Kau tau? Aku meninggalkan semua yang telah kubangun sebelum aku menikah hanya karena kau tidak menyetujui aku mendekati teman-teman lamaku. Aku menyimpan rapat-rapat semuanya, aku membangun tembok yang tidak tertembus dengan teman-temanku sejak menikah denganmu"
Perempuan itu terisak. Ia adalah perempuan yang sama dengan perempuan lain, tidak terpisahkan dengan air mata.
"Aku, hanya merasa terbuai karena ia begitu perhatian padaku" kilahku
"Apa aku kurang perhatian padamu? Mungkin aku jarang menanyakan apakah kamu sudah makan atau belum tapi bukankah saban hari kusiapkan makanan tanpa telat? Seharusnya kamu tau, itu caraku memperhatikanmu"
Aku ternganga, tidak seharusnya aku melakukan ini padanya.
"Apa yang kau akan lakukan padaku sekarang?"
"Aku tidak ingin melakukan apapun"
"Apa kita harus bercerai?"
"Terserah padamu bukan?"
Aku hanya terdiam, rasa bersalah menumpuk-numpuk dalam dadaku.

Luwuk, 9 November 2017