Langsung ke konten utama

Postingan

Wartawan Profesi tertua di Dunia dan Berat.

Cisarua (22/4) pembukaan pelatihan peningkatan pemahaman hak konstitusional bagi warga negara dan wartawan se-indonesia, di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi jalan Puncak, KM.83, Cisarua Bogor telah di mulai. Peserta yang datang dari Aceh, Medan, Natuna, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua mengikuti tehnical meeting bersama kepala sekolah dan staff pusat pendidikan dan konstational. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama yang akan tetap berlangsung selama 5 tahun mendatang menurut MOU antara Mahkamah Konstitusi (MK) RI dengan Dewan Pers. Saat pembukaan, ketua panitia M. Guntur Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi menyebutkan bahwa peserta tahun ini harusnya 160 orang. Ia juga mengatakan bahwa Profesi wartawan sudah ada sejak manusia membutuhkan informasi. Adapun tujuan pelatihan ini dilaksanakan antara lain meningkatkan pemahaman, kesadaran dan ketaatan terhadap pancasila dan konstitusi. Meningkatkan pemahaman dan menyamakan persepsi masyarakat mengenai konstitusi …
Postingan terbaru

Kau dan Cerita

Adat di tempatmu bagaimana dik? Tanya kau, seolah cintamu sudah untukku Kau bertanya banyak hal tentang pernikahan Kau bertanya juga tentangku. Apakah kau tau? Jika saja aku boleh duluan melamar, kau adalah laki-laki yang ingin kulamar. Jika saja aku tidak tau malu dan segala beban adat itu.
Kau tidak tau, bagaimana hatiku tertaut padahal belum mengenal kau Kau tidak tau bagaimana aku setengah mati mempersiapkan diri untuk bertemu denganmu pertama sekali. Setelah bertemu? Aku tau ada yang beda dengan hatiku. Setelah diskusi panjang melalui chat, aku ingin punya harapan lalu aku berfikir lagi, aku tidak boleh begini. Hatiku, bukan untuk dinodai oleh harapan sebelum ketentuan takdir.
Hai kau, selamat menikmati pekerjaanmu. Jika kau adalah takdirku semoga segera bertamu.
Malang, 11 September 2019

Sapaan

Kau tau, ketika dingin cukup menusuk
Kenangan terlintas tanpa direm
Kau tau siapa yang terlindas kenangan?
Aku, tentu saja.

Kau? Sekali kau datang menyapa
Runtuh sudah segala kekuatan yang ku bangun selama tiada kau
Bagaimana bisa kau begitu tega?

Benteng pertahanan rusak
Kau menari pada kerusakan itu
Kau datang, memberi pesan
Basa-basi sudah makan?
Lalu pergi, hilang
Lenyap sudah

Apakah benar kali ini?

Dik, aku ingin bertanya padamu
Begitu serius pertayaan itu
Aku masih tergugu, tak menjawab tak menolak
Kau mengulang lagi tanyamu

Akhir-akhir ini, hidup kita begitu sibuk bukan?
Kau terjebak pada pekerjaanmu
Aku terjebak pada kenangan
Lama kita tidak mengobrol...

Dik, sudah siapkah kau menikah?
Pertayaan ke sekian darimu
Aku? Tidak pernah berniat menolakmu
Namun aku takut lagi, kali ini salah.

Dik, kenapa kau hanya menatap bunga itu?
Apakah aku kurang menarik?
Aku masih belum berani menolakmu
Dik, tetap sehat meski sibuk
.
.
.
Malang, 31 Juli 2019

Ujian Asik di Kelas Enci Nita

Ujian? Harap senang dong, berikut beberapa tipsnya.  1. Pameran Soal Waktu itu pelajar IPA. Saya membuat pameran soal. Gampang sekali caranya, guru cukup membuat jumlah soal Uas misalnya 15 choice, 5 jawabalah dengan benar dan 5 isian. Namun, bedanya soal itu ditulis di kertas buram yang besar kemudian diberi gambar menarik (bisa juga diketik dan diprint poster) sehingga anak-anak mudah membacanya. Anak-anak dibagi kedalam 5 kelompok, setiap kertas berisi 5 soal dipasang diberbagai sudut ruangan boleh juga diluar kelas. Guru bertindak sebagai pemandu (buatan id card menarik untuk guru), siswa sebagai peserta pameran (buat name tag juga untuk siswa). Boleh juga soalnya diprint dan ditaruh pada setiap stand. Anak-anak dibawa guru untuk dijelaskan bagaimana cara mengisinya. Putaran musik/murattal Quran supaya anak-anak tetap berada di zona alpha. Ujian jadi tidak mengerikan bukan? Selamat mencoba, oh iya ini cocok untuk kelas besar yang sudah mengerti di arahkan dan sudah bisa membaca.

Teman

Jika kau ingin harum maka bertemanlah dengan tukang parfum.  Hidup yang sudah dijalankan selama 25 tahun ini memang membuat kita bertemu dengan banyak orang, berteman ada yang menetap ada pula yang sekarang hilang. Punya teman jalan? Benar, ada teman jalan dan ada pula teman yang ketemu di jalan Teman volunter? Ada, yang hidup terus untuk orang lain. Saya punya teman begitu, rasanya luar biasa. Berjumpa dengan mereka akan menyebarkan semangat positif. Teman curhat? Ada, yang datang untuk curhat lalu hilang.  .  Ada banyak teman tapi ingat carilah teman yang akan menjadi jalan menuju Surga-Nya dan ridho-Nya.

Orang-Orang yang bekerja dalam diam

Terlibat dengan dunia relawan memang menyenangkan, dapat banyak teman dan banyak pemikiran baru juga. Perjalanan ke ibukota kali ini harus kulanjutkan berkunjung ke tempat adikku, bukan berkunjung sih lebih tepatnya aku menumpang sejenak sebab ada beberapa agenda yang nantinya harus kutuntaskan sebelum kembali ke rumah. Jika sebelumnya suka menangis saat menonton film dokumenter kehidupan pengajar muda, bukan soal betapa susahnya si pengajar muda mengajar di sana tapi betapa baiknya anak-anak di desa, betapa baiknya orang desa, betapa beruntungnya pernah tinggal di situasi seperti itu.  Sekarang, aku dihadapkan pada kehidupan adikku, yang menjadi pengajar di pesantren tahfidh nun jauh di puncak dua kota bogor. Jalan yang dihadapinya tidak mudah, tapi dia sangat profesional dalam berkendara, alhamdulillah. Tidak kusangka anak yang dulunya sangat tidak bisa jauh dari ibu sudah bertumbuh, ia sudah banyak berubah.  Jalanan gunung, berbatuan hingga becek tidak terkira, belum lagi terjal, …