Kamis, 11 Oktober 2018

Palu : seperti palu yang mengetuk paku, kuat


Jumat, 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7.4 SR menimpa palu kemudian disusul dengan tsunami yang tidak bisa dielakkan. Saat ini sudah ada 800 lebih jiwa yang insya Allah syahid dan 500 lebih terluka. Bantuan datang, media sosial sibuk menggalang dana beberapa malah menggunakan kesempatan ini untuk beberapa niat tidak baik.
Kenapa kita diberi musibah? Supaya menyadari bahwa begitulah Allah berkuasa yang sekejap bisa selesai kemudian harus dimulai dari awal. Lantas kenapa kita ragu bahwa kiamat benar-benar ada?
Namun, musibah adalah titik awal bangkit. Titik awal menyadari bahwa segalanya akan terobati oleh waktu, segalanya hanya soal waktu. Maka, pada pelukan jauh sebagai saudara yang pernah merasakan hal yang sama 14 tahun lalu, kehilangan keluarga 14 tahun lalu, Palu bangkitlah. Mari berpegang tangan, menata (lagi) jalanan yang akan ditempuh. Palu kuat, palu bangkit.

Rabu, 10 Oktober 2018

Hasil seminar sehari : Guru abad 21


Hasil Seminar sehari bersama mbak Asta Dewanti S. SPI (Salah satu Narasumber RuBi abdya 2018)
1. Setiap orang pertama sekali menjadi orangtua maka ia ingin melakukan yang terbaik. Sedangkan bagi anak yang pertama sekali menjadi anak maka ia menganggal dirinya paling utama
2.orang tua menganggap bahwa dirinya tau segalanya dan menganggap anak tidak tau apa-apa padahal anak ingin di dengarkan.
3. Sekolah adalah tempat membuang semua masalah di rumah, lingkungan masyarakat dll
4. Guru seolah punya kewajiban untuk membuat anak lebih baik tanpa mau tau apapun kendala si guru di sekolah. Harus jadi super pendidik, semua anak wajib diperhatikan. Seharusnya selalu ada kerjasama antara guru, orangtua dan lingkungan masyarakat agar si anak lebih baik bukan cuma kewajiban guru saja.
5. Sekolah seolah tempat penitipan anak agar digembleng dan tempat mengekspresikan diri dari segala masalah di rumah. Jika anak jadi tidak baik maka sekolah disalahkan tapi jika anak menjadi anak baik maka orangtua yang dipuji. Harusnya sebelum sekolah semua permasalahan anak selesai agar ketika sampai di sekolah ia benar-benar siap menerima pelajaran.
6. Cara berkomunikasi dengan kids jaman now : berbicaranya setara dengan anak, perhatikan matanya, dengarkan cerita si anak dengan baik, ajak anak menggambarkan apa yang dia rasakan agar tidak ada stress dalam dirinya.
7. Manusia mempunyai 5 emosi : khawatir, takut, marah, sedih, dan ngotot. Semua emosi ini berhubungan dengan kesehatan maka harus dijaga tetap stabil
8. Tekanan yang biasa muncul di kalangan remaja : stress karena harus dapat nilai bagus, bullying, body image (tidak pede dengan badan sendiri), fanatisme dan pornografi.

Senin, 08 Oktober 2018

Media belajar kreatif : Tancap Bendera


Pernah bermain ular tangga semasa kecil? Nah, jaman millennial ini para guru diajak untuk kreatif dan inovatif serta belajar menyenangkan. Semudah bermain begitulah jaman now.

Salah satu metode ajar adalah tancap bendera, gimana cara membuatnya? Cekk yu....
1. Siapkan spanduk bekas/kotak boleh juga sebagai papan dasar
2. Origami untuk membuat kotak lebih berwarna
3. Jika pintar Menggambar maka bisa menggambar beberapa ular jika tidak tinggal cari di google lalu print, gunting dan tempelkan
4.bisa juga menghiasi papan ular tangga dengan berbagai rumus atau angka.
5. Supaya awet maka lapisi semua permukaab papan ular tangga dengan lakban transparan.
6. Pakai stik es krim untuk membuat tangga
7.sediakan karton berwarna yang ditulis soal beserta jawaban (ukuran huruf lebih kecil) dapat di sesuaikan dengan materi ajar. Jangan lupa mengganti kartu untuk materi apa saja.
8. Buatlah dadu segi empat bisa menggunakan kotak bekas obat atau bisa juga dengan karton tebal dilapisi dengan origami agar menarik.

9. Buatlah bendera sebanyak yang dibutuhkan untuk penanda bahwa siapa pemenang yang akan sampai ke finis duluan.


Oh iya, aturan permainan, setiap ketemu ular maka harus turun dan mengambil kartu serta menjawab pertayaan di kartu itu, begitu juga saat bertemu tangga naik sesuai dengan tinggi tangga itu dan mengambil kartu serta menjawab pertayaan.
Selamat mencoba.

Rabu, 03 Oktober 2018

Kasap : bugong jaro Abdya


Pemandangen : alat untuk kasap terlihat kokoh menahan lembar kain bludu yang di atasnya sudah dijahit sedikit kasap berwarna emas.
"Kami sekarang sebelas orang satu kelompok ini" ujar Rosmida warga Gampong Padang, Manggeng Aceh Barat Daya.
Gampong ini, sudah memiliki gerbang "gampong kasab". Gampong ini sudah ada koperasi, setiap tahun ikut pameran.
Bu Rosmida
"untuk satu pelaminan biasanya selesai 3 bulan karena bagi-bagi tugas, jika sendirian bisa jadi dua tahun ini" ujar bu
Rosmida, ketua pengrajin kasab.
Kasab adalah salah satu khas yang ada di pantai barat selatan. Benang bewarna terang bisa jadi emas atau perak dijahit pada kain beludru merah. Biasanya untuk pelaminan atau hiasan dinding adat lainnya.
"pemasaran kasab ini sudah sampai ke jakarta yang terjauh sisanya biasa ibu bupati suka memesan beberapa kasab kecil untuk di pendopo" cerita Rosmida.
"apakah kasab ini ada dibuat survernir begitu bu?" tanya Rikar, duta wisata abdya 2010
"mungkin karena bahannya beludru jadi kurang laku. Pernah buat seperti dompet, kipas dan lain-lain tapi tidak banyak peminatnya" kata bu Rosmida.
Harga kasab ini bervariasi tergantung pada banyaknya benang yang digunakan dan motifnya.

"jika ditanya sudah kemana saja dipasarkan sebenarnya tidak dijual ditoko begitu hanya saja jika yang pesan sudah sampi ke Jakarta, luar daerah sudah." cerita Rosmida.
Pertemuan itu ditutup dengan foto bersama dengan harapan promosi kasab ini berkelanjutan nantinya.
Siapa yang menjaga itu? Hanya kita dan jika mengharapkan orang lain maka selesailah kearifan itu, hilang ditelan waktu

Sabtu, 29 September 2018

Diet Pipet

Pipet dari dua minuman
Tadi malam, ada acara Cang panah yang di present oleh Panyot Abdya. Panitianya memberikan minuman dan pada prinsipnya sudah sejak lama saya memutuskan tidak minum air minum kemasan dan beberapa bulan berusaha untuk diet pipet. Tidak memakai pipet agar tidak menambah sampah bumi.
Pipet adalah sampah yang besar juga sumbangannya untuk dunia persampahan di dunia.
Semoga esok lusa bisa diet lagi.

Kamis, 27 September 2018

Mengajar Itu mudah : Catatan Film


Tarik tambang-Desa Serempah, Aceh Tengah 

Mengajar itu mudah belajar itu sulit.
Guru tidak pernah mendapat nilai jelek jika ia mengajar dengan cara yang salah tapi murid dapat nilai jelek jika salah menjawab soal.

Tidak persis sih kutipannya tapi itu salah satu kutipan yang saya dapatkan dari film Hicki yang diperankan oleh Rani Mukerji. Saya coba tuliskan ini karena film ini sangat menginspirasi saya terutama untuk terus berusaha menjadi guru yang baik. Film ini, mengatakan bahwa ada hal lain yang harus ditanamkan oleh sekolah selain mendapatkan nilai bagus dan penghargaan.
"kesuksesan memang di raih karena usaha keras tapi ingatlah bahwa bahagia selalu penting setiap kali ingin meraih sukses itu"
Film ini secara tidak langsung berpesan bahwa, apapun dan bagaimanapun keadaan harus sekolah. Jangan bilang kenapa, tapi katakan "kenapa tidak?" untuk segala hal baik. Menjadi guru yang berbesar hati mengakui kesalahan karena telah salah mendidik muridnya yang paling pintar, guru yang tetap sabar dan mencoba berbagai cara agar muridnya selalu bahagia saat belajar. Terbangkan ketakutan menjadi kekuatan dan kehebatan bukan malah jadi hambatan. Sosok guru yang terkena sydrom tapi tidak menyerah untuk terus menjadi guru karena itulah cita-citanya.

Begitulah, tidak ada yang mudah memang tapi tidak ada pula yang mustahil untuk dilakukan.

Selamat mencintai apapun profesi ya!

Rabu, 26 September 2018

Sebuah Catatan Tentang Kota : Serambi Madinah


Merpati- Foto Koleksi Pribadi

Kemarin, Umi (anaknya memanggilnya begitu) sempat berbicara dengan saya melalui Video Call. Kata anaknya yang akhirnya saya putuskan memanggil abang "jaga kesehatan, kata umi". Benar, durasi panggilan 1 menit itu membuat saya teringat donat yang umi kasih setahun lalu saat saya dijemput anak perempuannya bernama Fatimah atau saya panggil kak Fat di pasar, Kota gorontalo. Panggilan itu membuat saya teringat beberapa moment di pulau berwaktu wita itu.

Gorontalo, kota yang saya datangi sekedar lewat itu memberi saya arti keluarga dan arti merantau. Ketika berada di sana, saya memang sempat dimahalkan ongkos naik bentor dan angkot padahal tidak segitu harganya tapi di sana juga menemukan orang baik yang mengantarkan saya ke suatu tempat dengan bayaran murah, yang sedia menjadi guide tour gratis terlebih kota itu mempertemukan saya dengan keluarga kak Fat. Kota gorontalo juga membuat saya melawan ketakutan dalam diri saya, kota yang membuat saya menangis teringat dosa setiap kali saya mengigat kota itu. Bukan banyak kenangan baik tapi juga kenangan buruk namun bagaimanapun kota itu telah memberi saya pelajaran lebih berhati-hati lagi.
Ketika di sana, saya tau ada kopi enak di dekat kampus, donat penuh cinta atau ayam penyet terenak yang saya makan dengan cabe pas rasanya seperti di Aceh.
Kota yang membuat saya tau, ada malam panjang yang harus diselesaikan dengan segala rasa takut. Ada siang yang menyenangkan saat melewati bangunan tua, ada anak tangga panjang yang dilewati berdua.

Ah iya, ini hanya soal mengenang kota, soal memaknai sebuah perjalanan di suatu kota.

Aceh Barat Daya, Suatu siang dengan kenangan