bintang

Rabu, 05 Desember 2012

makalah hadits tentang dosa-dosa besar


DOSA-DOSA BESAR
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
NAMA                                             : NURMALIA
NIM                                                 : 511102492
DOSEN PEMBIMBING                : LISMIJAR MA
FAKULTAS ADAB INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IAIN AR-RANIRY
BANDA ACEH
2012
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur Saya haturkan kepada Allah SWT yang masih memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah dengan judul “Dosa-dosa besar”. Tidak lupa shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan inspirator terbesar dalam segala keteladanannya. Tidak lupa Saya sampaikan terima kasih kepada dosen pebimbing mata kuliah Hdist yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Hadist..
Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini yang penuh dengan keterbatasan kekurangan. Dengan segala kerendahan hati, saran dan kritik yang konstruktif sangat Saya harapkan dari pembaca guna peningkatan dan perbaikan pada pembuatan makalah mendatang.


Darussalam, 07 November 2012

    Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  i
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  … .ii
BAB I PENDAHULUAN. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . .1
BAB II PEMBAHASAN
A.    MENYEKUTUKAN TUHAN. . . . . . . . . . . . . . . . . ……………………….....2
1.      TEKS AYAT
2.      TERJEMAHAN
3.      PENJELASAN
4.      KESIMPULAN
B.     TUJUH DOSA BESAR . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ………………….. . . . .5
1.      TEKS AYAT
2.      TERJEMAHAN
3.      PENJELASAN
4.      KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
 BAB I
PENDAHULUAN

            Kebaikan mempunyai beberapa tingkatan begitu juga dengan kejahatan, ada beberapa perbuatan yang di anggap sebagai dosa besar. Perkataan dosa dalam bahasa arabnya disebut az-zanbu, al-ismu  atau al-jurmu[1]. Menurut istilah ulama fukaha ( ahli hukum islam) dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah SWT yang hukumnya wajib danmengerjakan larangan Allah yang hukumnya haram.Ulama fukaha sepakat bahwa dosa besar adalah dosa yang pelakunya diancam dengan hukuman dunia, azab di akhirat, dan dilaknat oleh Allah SWT dan Rasulullah Saw. Para pelaku dosa akan mendapat penghapusan dosa apabila dia bertobat sungguh – sungguh ( tobat nasuha ).
            Tentang dosa besar ini firman Allah SWT berikut ini:
"(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil". (An Najm: 32).
            selanjutnya tentang hadist-hadists berkaitan dengan dosa besar ini akan di kemukan dalam makalah ini.
           



[1]Syeikh Muhammad bin Shaleh al Munajjid, http://www.scribd.com/doc/46787302/Pengertian-dosa-besar di akses tanggal 06 November 2012
BAB II
PEMBAHASAN
A.    MENYEKUTUKAN TUHAN
1.      Teks Ayat










2.      Terjemahan Hadist
“Anas R.a berkata, ketika Nabi di Tanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab : syirik, durhaka terhadap kedua orang tua, membunuh jiwa manusia dan saksi palsu(HR.Bukhari).[1]
3.      Penjelasan
Dalam hadits di atas diterangkan empat macam dosa besar, yakni menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa manusia tanpa hak, dan menjadi saksi palsu. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat.
.
a.      Syirik (Menyekutukan Allah)
Menurut bahasa, syirik berarti persekutuan atau bagian, sedangkan menurut istilah agama adalah mempersekutukan Allah SWT. Dengan selain Allah (makhluk-Nya). Sebagian ulama berpendapat bahwa syirik adalah kufur atau satu jenis kekufuran.
Syirik dalam pembahasan ini adalah syirik besar bukan syirik kecil (riya), syirik disini adalah mempersekutukan Allah dengan selain-Nya, yaitu memuji-muja dan menyembah makhluk-Nya seperti pada batu besar, kayu, matahari, bulan, nabi, kyai (alim ulama), bintang, raja dan lain-lain.
Syirik dikategorikan sebagai dosa paling besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.  Allah SWT berfirman:“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”  (QS. An-Nisa: 48) [2]
b.      Durhaka Terhadap Kedua Orang Tua
Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya berarti telah melakukan dan ia akan mendapat hukuman berat di hari kiamat nanti. Bahkan, ketika hidup di dunia pun, ia akan mendapat azab-Nya. Allah SWT mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada ibu-bapaknya. Bagaimana pun keberadaan seseorang di muka bumi tidak terlepas dari peran ibu dan bapaknya. Ibunya yang telah mengandung dan bapaknya yang telah bersusah payah mencari rezeki, tanpa mengenal lebih untuk membiayai anaknya. Allah SWT berfirman:
Artinya   :    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
Setiap anak tidak boleh menyakiti kedua ibu bapaknya, baik dengan perkataan maupun perbuatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan, dalam al-Qur'an disebutkan bahwa seorang anak tidak boleh mengatakan “ah”. Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. Al-Isra: 23-24)
Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat yang menerangkan keharusan berbuat baik terhadap orang tua. Menurut Ibn Abas, dalam al-Qur'an ada tiga hal yang selalu dikaitkan penyebutannya dengan tiga hal lainnya, sehingga tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya:
a.       Taat kepada Allah dan Rasul-Nya;
b.      Dirikan shalat dan keluarkan zakat;
c.       Bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua.
Hal itu menandakan bahwa peran dan kedudukan orang tua sangat tinggi di hadapan Allah SWT sehingga Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : “Keridaan Allah itu terletak pada keridaan kedua ibu-bapaknya dan kemurkaan Allah itu terletak pada kemurkaan kedua ibu bapak pula.”(HR. Muslim, Hakim, dengan syarat Muslim) 
Allah SWT sangat murka terhadap orang yang menyakiti orang tuanya sendiri dan mengharamkannya untuk masuk surga meskipun ia sangat rajin beribadah. Sebagaimana kisah seorang sahabat yang mengalami kesulitan untuk meninggal dunia karena ibunya murka kepadanya dan setelah ibunya memaafkan dosa anaknya setelah Rasulullah saw berkata kepadanya bahwa anaknya akan dibakar, sahabat tersebut meninggal dengan mudah.
Lebih jauh dalam hadits dinyatakan bahwa terhadap yang menyakiti orang tuanya sendiri, oleh Allah tidak akan mengakhirkan untuk menyiksanya.
c.       Membunuh Jiwa Manusia
Maksud membunuh dalam pembahasan ini adalah membunuh jiwa yang diharamkan tanpa hak dengan sengaja (Q.S. 25: 68 -70). Orang yang berbuat seperti itu akan dimasukkan ke neraka jahanam dan kekal didalamnya. Sebagaimana firman Allah:
 “Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa: 93) 
Sebagaimana halnya perbuatan musyrik, membunuh orang mukmin dengan sengaja juga termasuk dosa yang kemungkinan besar tidak akan mendapat ampunan-Nya.

d.      Kesaksian Palsu
Maksud dari kesaksian palsu adalah orang yang berdusta ketika diminta oleh hakim untuk menerangkan suatu keadaan yang ia ketahui sehubungan dengan pengadilan terhadap seseorang. Kesaksian dalam suatu pengadilan sangat penting karena sangat membantu hakim dalam memutuskan perkara sehingga keputusannya adil dan hak-hak orang lain tidak terampas atau teraniaya. Dengan demikian, orang yang bersaksi palsu sesungguhnya telah merusak hak orang lain untuk mendapat keadilan. Orang yang bersaksi palsu diancam dengan siksaan pedih. Oleh karena itu, diharuskan untuk menjauhinya, sebagaimana firman-Nya:
 “Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (QS. Al-Hajj: 30)[3]

4.      Kesimpulan
Jadi, semua yang termaksuk dosa besar kita harus berhati-hati agar jangan sampai melakukannya, mendekati saja jangan apalagi berniat melakukannya. Dosa yang harus di jauhi yaitu :
a.       syirik
b.      Durhaka.kepada.kedua.orang.tua
c.       Dusta.atau.bohong
d.      Saksi.palsu.

B.     TUJUH MACAM DOSA BESAR

1)      Teks Hadist












2)      Terjemahan
“Abu Hurairah r.a berkata : Nabi Saw bersabda: Tinggalkanlah tujuh dosa yang dapat membinasakan. Sahabat bertanya: Apakah itu ya Rasulullah? Jawab Nabi Saw : 1. Syirik mempersekutukan Allah, 2. Berbuat sihir (tenung), 3. Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, 4. Makan harta riba, 5. Makan harta anak yatim, 6. Melarikan diri dari perang pada saat berperang, 7. Dan menuduh wanita mu’minat yang sopan (berkeluarga) dengan zina. (HR. Bukhari Muslim).[4]

3)      Penjelasan Hadits
Adapun yang dimaksud dengan tujuh dosa di atas adalah :
  1. Mempersekutukan Allah, yaitu menyamakan dan mensejajarkan selain Allah dengan Allah dalam segala hal yang menjadi kekhususan bagi-Nya Yang Maha Suci, Maha Tunggal, Tempat Bergantung Segala Makhluk, dan Yang Maha Esa.
  2. Sihir. Mayoritas ulama berpendapat sihir itu hukumnya haram. Mempraktekkan, mempelajari, dan mengajarkan sihir itu termasuk dosa besar. Namun menurut sebagian ulama dari kalangan mazhab Syafi’i, mempelajari sihir itu hukumnya tidak haram. Tetapi boleh saja jika hanya sekedar untuk pengetahuan dan untuk mengembalikan sihir kepada pelakunya dan untuk membedakannya dengan karomah para wali. Orang yang berpendapat seperti itu mungkin mengartikan bahwa yang dimaksud dalam hadits tadi ialah mempraktekkan sihir.
  3. Membunuh jiwa. Sesungguhnya Allah mengharamkan pembunuhan, dan mengancam orang yang melakukannya secara sengaja, dengan siksa api neraka dan ia kekal di dalamnya. "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya"[5].
  4. Memakan riba. Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, ber-takwa lah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kau orang-orang yang beriman"[6]
  5. Memakan harta anak yatim. Sesungguhnya, Allah sangat mengharamkan perbuatan tersebut. Al-Qur’an menyuruh untuk memuliakan anak yatim, mengembangkan hartanya, dan mengurusnya dengan baik, supaya ia tumbuh menjadi orang yang kuat, yang mulia, dan yang saleh.
  6. Berpaling dari barisan perang, yakni melarikan diri dari medan tempur alias tidak berani maju. Sesungguhnya al-Qur’an mengancam orang yang melakukan perbuatan tercela seperti itu.
  7. Dan menuduh berzina wanita yang menjaga kehormatan yang (tidak pernah mempunyai pikiran untuk berzina,) lagi beriman, yaitu menuduh berzina wanita yang baik-baik, yang lurus, yang telah berkeluarga, yang berstatus merdeka, dan yang beriman. Predikat-predikat tersebut tercakup dalam pengertian sifat terhormat. Dan pada hakekatnya, seorang wanita itu terhormat karena Islam, ia menjaga kesucian, menikah, dan berstatus merdeka
4)      KESIMPULAN
            Dosa-dosa besar yang harus kita jauhi, karena dosa-dosa tersebut akan menjadikan fatal dalam kehidupan kita,baik.di.dunia.maupun.akhirat.Dosa-dosa.tersebut.antara.lain:
1.Syirik
2.Sihir
3.Membunuh
.jiwa.yang.diharamkan.oleh,Allah.kecuali.dengan.hak
4.Makan
.harta.riba
5.Makan
.harta.anak.yatim
6.Melarikan
.diri.dari.medan.perang
7.Menuduh
.wanita.baik-baik.berbuat.zina.


[1] syafe’i, Rachmat.2000. Al-Hadits. Bandungr:  Setia Pustaka halaman 93

[2] Al-qur’an dan terjemahannya oleh Departemen agama 2004

[3] Al-qur’an dan terjemahannya oleh Departemen agama 2004

[4] syafe’i, Rachmat.2000. Al-Hadits. Bandungr:  Setia Pustaka halaman 103

[5]. Q.S. an -Nisa’ : 93
[6] .Q.S. al-Baqarah : 278
DAFTAR PUSTAKA
syafe’i, Rachmat.2000. Al-Hadits. Bandungr:  Setia Pustaka
Rahmat syafe’i, Prof.DR.H. Buku Al-Hadis, Aqidah, Akhlak, Sosial, dan Hukum : pustaka setia.
Muhammad Fuad Abdul Baqi, al-Lu’lu wal Marjan, “Himpunan Hadits Shahih yang Disepakati Bukhari Muslim”, Semarang: PT. Bina Ilmu, 1995.
Drs. Moh. Zuhri, Terjemah Juz ‘Amma, Jakarta: PT. Pustaka Amani, 1979.
http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/ hadits-42-Allah-mengampuni- segala-dosa-orang-yang-tidak-berbuat-syirik di akses tanggal 06 November 2012




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar