Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

RuBI Jember : Catatan Tentang Belajar

"Menjaga semangat, terus belajar dan berada di lingkungan yang bisa menjaga semangat itu" ujar Cak Iqbal di malam terakhir RuBI Jember ketika aku dan dua teman lainnya masih setia nongkrong di depan teras rumahnya. Tahun lalu, ketika relawan narasumber dan dokumentator datang ke Aceh Barat Daya saya mengikrarkan janji dalam diri saya "tahun depan, saya harus menjadi narasumber dan punya rompi seperti mereka". Muluk? Jelas, apa sih yang saya punya sampai seberani itu. Namun, Allah maha baik. Doa setahun lalu itu di jawab, saya bisa mengikuti RuBI Jember, Jawa Timur. Apa yang saya beri? Mungkin tidak berarti, hanya demo yang pernah saya pelajari tentang media pembelajaran kreatif.  "Terima kasih mbak" seorang guru menyalami saya. Dug, saya terharu, saya kira materi saya belum berguna. "Terima kasih mbak, terus semangat" guru yang lain menyalami saya. "saya sama mbak ini, berguna sekali materinya" tapi si Bapak Guru h

Hujan November (Kau, Aku Bukan Kita)

November 2017, hujan turun satu kali dengan lebat lalu tiba-tiba purnama bersinar menyinari lautan di depan kita. Aku, kau dan teman lain duduk di loteng, diam hanya menatap rembulan awalnya. Lalu, kau mengawali pembicaraan "apa yang adoe kerjakan seharian ini?" itu hari pertama sekali kita benar-benar berteman bukan? Hingga sepanjang tahun kau katakan bahwa jarak adalah tempat kita menguji doa. Katamu, aku akan pulang dan meninggalkan kenangan loteng. Itu jenis percakapan kita, sepanjang tahun. November 2018, hujan turun di kotaku begitu juga di kotamu, samar terdengar suara jatuhnya diloteng. Percakapan di telepon berlangsung lama sejak november. Kau akhirnya berkata "Adoe, sepertinya tidak ada yang bisa saya lakukan untuk memperpendek jarak. Tapi, bisakah aku terus berkomunikasi denganmu? Aku senang sekali dengan saran-saranmu, masuk akal rasanya." Aku tau, itu adalah kata perpisahan untuk sebuah hubungan yang akan harusnya menjadi "kita". Apak