Postingan

Melawan Hati

Gambar
Aku tersungkur, perih hati. Aku ingin melupakan semua. Kenangan demikian lekat. Sebuah pesan masuk. Kekasihku, lelaki itu. Aku ingin meninggalkannya, agar tidak ada yang terluka.  🤷 kau masih mau bertahan sama saya? Saya merasa seperti di desak olehmu untuk segera menikah, tapi uangku untuk datang melamarmu masih jauh dari harapan keluarga mu 🤷‍♀️Kalo kau merasa di desak, kau boleh berhenti. Setidaknya beritahu aku. 🤷‍♂️: Bukan soal berhenti atau tidak. Hubungan ini antara aku dan dirimu. Kita bisa saja saling meninggalkan, ditingal atau tertinggal. Tapi kita bisa memutuskan bertahan 🤷‍♀️: Karena aku over thinking dan aku tidak ingin membebani kau. Maka, aku ingin memutuskan bahwa aku rela melepaskanmu kak. Kau berhak atas apapun atas keputusanmu. Pun aku. Sebab, kau tidak bisa mengambil keputusan juga kan? Jika berat biar aku saja 🤷‍♂️: Kau tega. Dan harus kayak gini. Aku sudah berharap 🤷‍♀️: Barangkali ini bisa kau pakai sepanjang masa. Iya aku tega. Aku memutuskan harapan ...

Bertahan

Gambar
Tahun ini, kedua ramadan ketika kau mengatakan bahwa "Aku ingin serius denganmu". Aku ragu? Tentu saja. Laki-laki mana yang tidak ragu? Ramadan tahun lalu aku seorang pengangguran yang bekerja srabutan, apa saja. Punya cita-cita demikian besar tapi nyatanya tidak mampu mengurusi diri sendiri. Aku malu pada ibu, sehingga jarang pulang ke rumah. Sedangkan kau? Perempuan mandiri dengan pekerjaan mapan dan prestasi gemilang.  Aku dan kau yang awalnya hanya teman dan saling nyaman, aku sungguh merasa terdesak. Setiap malam, fikiran itu menggangguku. Aku merasa terbuang. Ini bukan persoalan cinta, aku mencintaimu sungguh. Namun, untuk terus menjalani segalanya? Di mana mukaku sebagai lelaki kutaruh? Sebelum ramadan, kau mengatakan bahwa "jika serius, hubungi ayahku. Setidaknya, kau memperjelas berapa maharnya!" Ah, ucapanmu memang tidak bisa ditawar-tawar. Kau selalu tegas dan pemaksa dalam banyak hal. Aku yang penggangguran ingin menghilang dari rumah. Akhirnya kuputuska...

Kau dan rasa inginmu

Gambar
"Aku ingin melihat wajahmu barang satu menit bolehkah?" "Aku sedang tidak mood untuk videocall dan aku ingin istirahat!" Tiba-tiba, rasanya langit runtuh begitu saja. Tawa-tawa yang sebelumnya tercipta dan pembicaaan hangat menjadi lenyap seketika, diganti dengan kesedihan yang bertalu-talu.  "Kau keren. Bisa menolak keinginan orang lain yang diinginkan darimu!" "Emosiku sedang tidak bagus akhir-akhir ini!" "Iya, kau keren. Aku? Tidak pernah bisa menolak permintaan terutama pada seseorang yang kusayangi, meski waktu itu aku sedang tidak ingin. Apakah sudah sedemikian kodrat perempuan? Harus melayani sekalipun dia sedang tidak ingin dan teramat lelah. Apakah sudah demikian kodrat lelaki? Sesuka hati kapan dia ingin dan kapan dia tidak ingin menolak tanpa peduli apapun. Katamu... Kau ingin menjadi teman dan sahabat. Kau ingin mengerti pola berfikirku Kau tidak ingin mendominasi Tapi... Sudahlah Cukup hatiku terluka hari ini.... Abdya, 00.04 wi...

Bagaimana aku mempercayaimu?

Gambar
Ada satu yang kupelajari dari banyak perempuan yang bertahan pada pilihannya atau meninggalkan yang dia pilih. Dasarnya mereka sudah berusaha, berusaha menyakini bahwa laki-laki yang mereka cintai akan datang tanpa melewati proses hukum perdata karena wanprestasi.  Duduk sejenak kekasih, sudah lama kita tidak berbicara. Terakhir kali, kau bilang bahwa kenapa akhir-akhir ini kita jarang berkabar karena kau sedang fokus pada kerjaanmu dan lebih sering berbicara dengan temanmu. Kau tau? Padahal, perempuan yang ingin mendampingimu ini juga sangat ingin mendengar ceritamu, kesulitan yang kau alami, berdiskusi kerjaanmu tapi kau tak pernah memberinya kesempatan. Apakah kau takut terlihat lemah dalam pandanganmu? Kau kira hatinya rela ketika kau lebih sering bercerita kesulitanmu pada teman perempuanmu yang lain dari padanya? Ah, kau lupa bahwa perempuan yang menyerahkan hatinya pada kau adalah perempuan yang cukup populer, ada banyak teman laki-lakinya untuk bercerita tapi dia memilih ka...

Persimpangan

Gambar
Perempuan itu belum tidur, ia khawatir kekasihnya dalam perjalanan.  "kau sudah sampai? Aman?" Tidak ada jawaban Satu jam Dua jam Dua jam setengah Aku sudah sampai dan ingin istirahat Sebuah pesan masuk ke Handphonenya. Perempuan itu lega, kekasihnya selamat sampai tujuan.  Ra, aku sudah sampai dan ingin istirahat Laki-laki itu mengirimkan pesan yang sama pada perempuan lain.  Ia tidur, tidak mengubris apapun.  Perempuan itu tidak bisa tidur, iseng ia mencari sebuah nama di instagram dan memantaunya. Postingan terakhir 18 jam yang lalu dengan lokasi "tebet". Perempuan itu berusaha menganalisis, melihat lagi stories kekasihnya sama persis. Ia kembali menscroll aku perempuan itu, kembali status-statusnya berisi kalimat ambigu. Jangan cepat mengambil keputusan terhadap yang kamu rasakan Hampir semua kalimat berakhiran "Zi". Ia tercenung, imajinasinya liar. Ia berprasangka bahwa itu kekasihnya.  Pagi tiba, 10 November hari pahlawan.  "Zi, aku ingin bicara...

November Tanpa Hujan

Gambar
Percakapan itu dimulai dari sebuah foto. Bukan kau dalam foto itu, kau dibalik kamera. Bersedia mengambil foto aku dengan temanku yang sedang marok melihat lampu kota demikian cantik, seperti kisah kita yang ciamik. [12/11 22:16] ☘️ Hhh.. Bgmna adoe. Halah [12/11 22:17] 🏝: Tek bagaimana2 [12/11 22:18] ☘️: ini barusan [12/11 22:19] 🏝 Sa tak ingt kapan 😅 barangkali itu pemberitahuan dari google foto. Ah iya, selamat ulang tahun pernikahan juga adun. Iyakan? [12/11 22:21] ☘️ Yayaya.. sy tunggu walimanya adoe.. Semoga [12/11 22:22] 🏝: Nanti sa undang ga datang awas ya Lelaki itu tidak membalas tapi ia menelepon. Aku antara girang dan tidak tega akhirnya memutuskan mengangkatnya. Aku tau, kau dan aku masih berada diantara kecanggungan yang tiada tara. ☘️ kon, di mana adoe? Tanyamu memulai percakapan setelah tertawa. "Ada di rumah ini" 🍀 rumah mana? "rumah saya, tek mungkin rumahnya ngana" Kau tertawa, masih renyah seperti dahulu dan kutebak kau salting, sebagaiman b...

November : Kau, aku, kita

Gambar
Ketika ia masih menunggu kekasihnya menyatakan cinta dengan lamaran, perempuan itu hampir putus asa sebab kekasihnya tak kunjung peka. Kekasihnya percaya waktu bukan soal pembuktian cinta, tapi perempuan itu tidak begitu. Ia percaya bahwa cinta dan waktu adalah garis lurus yang tidak bisa dipisahkan. Hubungan itu tidak berkembang ke mana-mana, komitmen mereka kembali di isi ketidakpercayaan hingga semesta mengirimkan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan mereka berdua.  "Fa, menikahkah denganku." "hah?" "aku ajak kau menikah, tapi harus mau dibawa kemana saya suka" "Ajak kemana?" "Pertama ke pelaminan, kedua kemana saya pergi kecuali ke maut ga bs ajak-ajak, soalnya hak Penguasa alam raya" Perempuan itu terdiam, jika saya ajakan itu dari kekasihnya tentu ia mengangguk lebih cepat dari pada kecepatan cahaya. "gimana" "besok ya saya jawab" Perempuan itu ada dipersimpangan, cintanya terguncang godaan maha dahsyat, dilam...