Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Persimpangan

Gambar
Perempuan itu belum tidur, ia khawatir kekasihnya dalam perjalanan.  "kau sudah sampai? Aman?" Tidak ada jawaban Satu jam Dua jam Dua jam setengah Aku sudah sampai dan ingin istirahat Sebuah pesan masuk ke Handphonenya. Perempuan itu lega, kekasihnya selamat sampai tujuan.  Ra, aku sudah sampai dan ingin istirahat Laki-laki itu mengirimkan pesan yang sama pada perempuan lain.  Ia tidur, tidak mengubris apapun.  Perempuan itu tidak bisa tidur, iseng ia mencari sebuah nama di instagram dan memantaunya. Postingan terakhir 18 jam yang lalu dengan lokasi "tebet". Perempuan itu berusaha menganalisis, melihat lagi stories kekasihnya sama persis. Ia kembali menscroll aku perempuan itu, kembali status-statusnya berisi kalimat ambigu. Jangan cepat mengambil keputusan terhadap yang kamu rasakan Hampir semua kalimat berakhiran "Zi". Ia tercenung, imajinasinya liar. Ia berprasangka bahwa itu kekasihnya.  Pagi tiba, 10 November hari pahlawan.  "Zi, aku ingin bicara...

November Tanpa Hujan

Gambar
Percakapan itu dimulai dari sebuah foto. Bukan kau dalam foto itu, kau dibalik kamera. Bersedia mengambil foto aku dengan temanku yang sedang marok melihat lampu kota demikian cantik, seperti kisah kita yang ciamik. [12/11 22:16] ☘️ Hhh.. Bgmna adoe. Halah [12/11 22:17] 🏝: Tek bagaimana2 [12/11 22:18] ☘️: ini barusan [12/11 22:19] 🏝 Sa tak ingt kapan 😅 barangkali itu pemberitahuan dari google foto. Ah iya, selamat ulang tahun pernikahan juga adun. Iyakan? [12/11 22:21] ☘️ Yayaya.. sy tunggu walimanya adoe.. Semoga [12/11 22:22] 🏝: Nanti sa undang ga datang awas ya Lelaki itu tidak membalas tapi ia menelepon. Aku antara girang dan tidak tega akhirnya memutuskan mengangkatnya. Aku tau, kau dan aku masih berada diantara kecanggungan yang tiada tara. ☘️ kon, di mana adoe? Tanyamu memulai percakapan setelah tertawa. "Ada di rumah ini" 🍀 rumah mana? "rumah saya, tek mungkin rumahnya ngana" Kau tertawa, masih renyah seperti dahulu dan kutebak kau salting, sebagaiman b...

November : Kau, aku, kita

Gambar
Ketika ia masih menunggu kekasihnya menyatakan cinta dengan lamaran, perempuan itu hampir putus asa sebab kekasihnya tak kunjung peka. Kekasihnya percaya waktu bukan soal pembuktian cinta, tapi perempuan itu tidak begitu. Ia percaya bahwa cinta dan waktu adalah garis lurus yang tidak bisa dipisahkan. Hubungan itu tidak berkembang ke mana-mana, komitmen mereka kembali di isi ketidakpercayaan hingga semesta mengirimkan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan mereka berdua.  "Fa, menikahkah denganku." "hah?" "aku ajak kau menikah, tapi harus mau dibawa kemana saya suka" "Ajak kemana?" "Pertama ke pelaminan, kedua kemana saya pergi kecuali ke maut ga bs ajak-ajak, soalnya hak Penguasa alam raya" Perempuan itu terdiam, jika saya ajakan itu dari kekasihnya tentu ia mengangguk lebih cepat dari pada kecepatan cahaya. "gimana" "besok ya saya jawab" Perempuan itu ada dipersimpangan, cintanya terguncang godaan maha dahsyat, dilam...