November Tanpa Hujan
Percakapan itu dimulai dari sebuah foto. Bukan kau dalam foto itu, kau dibalik kamera. Bersedia mengambil foto aku dengan temanku yang sedang marok melihat lampu kota demikian cantik, seperti kisah kita yang ciamik.
[12/11 22:16] ☘️ Hhh..
Bgmna adoe. Halah
[12/11 22:17] 🏝: Tek bagaimana2
[12/11 22:18] ☘️: ini barusan
[12/11 22:19] 🏝 Sa tak ingt kapan 😅 barangkali itu pemberitahuan dari google foto. Ah iya, selamat ulang tahun pernikahan juga adun. Iyakan?
[12/11 22:21] ☘️ Yayaya.. sy tunggu walimanya adoe.. Semoga
[12/11 22:22] 🏝: Nanti sa undang ga datang awas ya
Lelaki itu tidak membalas tapi ia menelepon. Aku antara girang dan tidak tega akhirnya memutuskan mengangkatnya. Aku tau, kau dan aku masih berada diantara kecanggungan yang tiada tara.
☘️ kon, di mana adoe? Tanyamu memulai percakapan setelah tertawa.
"Ada di rumah ini"
🍀 rumah mana?
"rumah saya, tek mungkin rumahnya ngana"
Kau tertawa, masih renyah seperti dahulu dan kutebak kau salting, sebagaiman biasa.
☘️ sudah lama sekali ya. Tapi tidak dirasa sudah satu tahun. Saya belajar jadi laki-laki. Saya juga nanya ke dia tentang poligami antara setuju dengan tidak
"hei, baru juga setahun udah mikir nambah lagi, memangnya kenapa?"
☘️ berat LDR adoe e, saya juga masih senang dengan masakannya ummu baru dia sekarang sedang dalam tahap mabuk to, mohon doanya
"oh iye, LDR berat memang dun. Tetap tabah iya"
"kamari mo"
"oh iyo, kalo saya ke sana adun yang jadi korban sa tek takut sama cutkak, sa minta pinjam rabu-rabu"
Kau tertawa, cekikan sampe hampir tak bisa bernafas. 🍀 adoe tau, baru-baru sa nikah dulu. Ada ganti hape toh? Nah, dia lihat itu ss di hp. Adoh dapat cur saya. Terus ditelusuri email dan dia tanya-tanya, agak-agak ngambek. Nah itu dia ditau ado. Sudah lama ya
"move on ya hahaha. Adoh, itu email juga yang terakhir bikin malu"
☘️oh tidak, sisa email keluar. Kalo email masuk sudah saya hapus bro.
Beberapa kali, kau mencoba menarik kenangan kita keluar tapi aku menghambatnya dengan pembicaraan lain. Tidak, kenangan itu adalah milik kita dan hari ini adalah milik kau dengan dia begitu juga dengan aku dengan dirinya. Jadi, sudah sepantasnya tidak ada nostalgia yang nantinya menjadi luka dan cinta lama mencuat ke permukaan.
"jam berapa sudah?"
"22.45 wib"
"oh iya, lupa masih wib. Kemari jo"
"macam saya ini kalau engga orang sulawesi kembalikan doi yee?"
Kau tertawa, 24 menit itu cukup menjawab pertayaan antara kita berdua "bagaimana kabarmu setelah menikah?" dan "bagaimana aku setelah kau tinggal nikah" menyenangkan setelah setahun update kabar, kuharap sebelum update kabar lanjutan nanti aku mengirimimu sebuah undangan pernikahan.
Kisah kita memang sebentar
Namun terukir sangat indah
Kumemang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba
Pelan-pelan lagu fiersa besari berjudul april menyelesaikan update berita kita. Semoga selalu bahagia adun, semoga Tuhan titipkan buah hati yang diinginkan tahun ini. Selamat ulang tahun pernikahan.
Blangpidie, 12 November 2020
Kisah sebelumnya https://miftahul-syifa.blogspot.com/2019/11/hujan-november-kau-aku-bukan-kita.html

Komentar
Posting Komentar