Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Melawan Hati

Gambar
Aku tersungkur, perih hati. Aku ingin melupakan semua. Kenangan demikian lekat. Sebuah pesan masuk. Kekasihku, lelaki itu. Aku ingin meninggalkannya, agar tidak ada yang terluka.  🤷 kau masih mau bertahan sama saya? Saya merasa seperti di desak olehmu untuk segera menikah, tapi uangku untuk datang melamarmu masih jauh dari harapan keluarga mu 🤷‍♀️Kalo kau merasa di desak, kau boleh berhenti. Setidaknya beritahu aku. 🤷‍♂️: Bukan soal berhenti atau tidak. Hubungan ini antara aku dan dirimu. Kita bisa saja saling meninggalkan, ditingal atau tertinggal. Tapi kita bisa memutuskan bertahan 🤷‍♀️: Karena aku over thinking dan aku tidak ingin membebani kau. Maka, aku ingin memutuskan bahwa aku rela melepaskanmu kak. Kau berhak atas apapun atas keputusanmu. Pun aku. Sebab, kau tidak bisa mengambil keputusan juga kan? Jika berat biar aku saja 🤷‍♂️: Kau tega. Dan harus kayak gini. Aku sudah berharap 🤷‍♀️: Barangkali ini bisa kau pakai sepanjang masa. Iya aku tega. Aku memutuskan harapan ...

Bertahan

Gambar
Tahun ini, kedua ramadan ketika kau mengatakan bahwa "Aku ingin serius denganmu". Aku ragu? Tentu saja. Laki-laki mana yang tidak ragu? Ramadan tahun lalu aku seorang pengangguran yang bekerja srabutan, apa saja. Punya cita-cita demikian besar tapi nyatanya tidak mampu mengurusi diri sendiri. Aku malu pada ibu, sehingga jarang pulang ke rumah. Sedangkan kau? Perempuan mandiri dengan pekerjaan mapan dan prestasi gemilang.  Aku dan kau yang awalnya hanya teman dan saling nyaman, aku sungguh merasa terdesak. Setiap malam, fikiran itu menggangguku. Aku merasa terbuang. Ini bukan persoalan cinta, aku mencintaimu sungguh. Namun, untuk terus menjalani segalanya? Di mana mukaku sebagai lelaki kutaruh? Sebelum ramadan, kau mengatakan bahwa "jika serius, hubungi ayahku. Setidaknya, kau memperjelas berapa maharnya!" Ah, ucapanmu memang tidak bisa ditawar-tawar. Kau selalu tegas dan pemaksa dalam banyak hal. Aku yang penggangguran ingin menghilang dari rumah. Akhirnya kuputuska...