Postingan

Buai

Perempuan itu berdiri di sana, menatap perahu yang sedang menepi. "Apakah kamu sehat?" tanyaku "Aku baik-baik saja" Lalu ruang diam kami hanya di isi oleh desauan angin, perempuan itu masih menatap perahu, kali ini dia menatap kekosongan. "Aku minta maaf" "Tidak apa-apa" "Mengertilah" "Aku sudah mengerti sejak awal kita menikah bukan? Saat kau mengutarakan ingin menjadikanku yang terakhir, saat kau mengikat akad di depan penghulu itu" Aku terdiam, aku tau tidak seharusnya bagiku yang sudah menikah menemui perempuan lain, memikirkan perempuan lain. "Kau tau? Aku percaya sekali padamu. Tidak pernah sekalipun meragukanmu. Tidak sekalipun mencegahmu kemanapun kamu pergi. Kau tau? Aku meninggalkan semua yang telah kubangun sebelum aku menikah hanya karena kau tidak menyetujui aku mendekati teman-teman lamaku. Aku menyimpan rapat-rapat semuanya, aku membangun tembok yang tidak tertembus dengan teman-temanku se...

Camp Penggerak : Cerita Tentang Belajar

Gambar
Ketika Usia Muda waktu dan tenaga banyak uang tidak ada Ketika Usia Mulai dewasa waktu sedikit, tenaga berkurang dan uang lumayan Beranjak Senja banyak orang mempunyai uang, waktu semakin sedikit dan tenaga semakin berkurang Kira-kira kutipan itu yang akan saya ingat entah di mana dan siapa yang menyampaikannya kepada saya. Akhir minggu menutup awal bulan September ini, 8-10 September saya berada di antara mahasiswa kece, dosen keren, bidan luar biasa, PNS kece, guru tangguh dan entah apalagi profesi mereka. Saya, jangan tanya perasaan saya, tidak terjelaskan. Kegiatan tersebut diberi nama Camp Penggerak yang diadakan di Sayambongin, Nambo, Banggai Sulawesi Tengah. Sebenarnya, saya ingin menulis tentang belajar di sini. Seperti kata pepatah Belajar sampai liang lahat itu benar sekali sepertinya.  Camp Penggerak ini banyak dihadiri oleh orang yang cukup berumur dan jabatan mereka tidak tanggung-tanggung, orang yang sering menjadi pemateri ketika seminar, pemimpin ra...

Kau, Aku dan racikan kopi

Gambar
Senja pemersatu semesta Gelap menjumpai rinai Hujan yang rindu akan bumi Hujan tertahan membiarkan kita Aku dan kau di sana Menculik senja agar tak berlalu Racikan kopi yang kita bicarakan Hingga membuatku bertekat akan tau Katamu, hanya kau dan ibumu yang tau Racikan kopi nikmatmu Kataku : kau harus membaginya Pada perempuan yang kau cintai setelah ibu Aku tau, senja itu milik semesta Senja dan cerita racikan kopi itu Membuat kita merasa karib Aku, menyimpanmu dalam doa Dengan harapan perjumpaan selanjutnya Adalah perpisahan kematian yang memisahkan Agar aku tau racikan kopimu Luwuk, 3 Mei 2017

Penghuni Banggai Monsale-Pengajar Muda Banggai

Gambar
Ini di Gambar Bu As Banggai Monsale, begitulah hastag instagram yang kami gunakan untuk menunjukkan Banggai bercerita tentang pengalaman setahun di negeri Babasal ini. Kita disatukan oleh satu kata yang disebut dengan penempatan, saat ini dipimpin oleh kepala suku Mas Hari. Baiklah, karena kalian suka sekali penasaran aku dengan siapa akan kukisahkan tentang mereka menurut asumsiku, enak sekali menuliskan bukan? Kita bisa menciptakan tokoh sesuai dengan keinginan kita hehehe. Berikut penghuni dengan berbagai macam kisah yang tidak masuk akal mereka. Mas Hari begitulah ia memannggil dirinya dan dipaksakan orang lain memanggilnya Mas Har. Apakah dia termaksud yang tua di sini? Tentu saja tidak sebenarnya meski tidak dapat dipungkiri kalau dia itu orang yang punya muka tua. Pemuda asal Jawa Timur ini selalu mengaku berasal dari Jombang tapi ketika Fun Day saat pelatihan ia menceritakan tentang perjalanan hidupnya hingga terbukalah cerita kota kelahirannya masih jauh dari Jombang ...

All About Them

Gambar
Setelah Pelajaran IPS ini kami. Kesempatan yang diberikan Allah setahun ini sungguh tidak terkira, tercatat sebagai satu dari 40 Pengajar Muda XIII. Berpetualang di Sulawesi Tengah, tersangkut di Desa Baya. Entah nanti Cinta akan tertinggal di sini. Melihat seseorang yang begitu setia pada pendidikan, mengajar dengan bayaran rendah lalu melihat anak-anak yang harus menempuh hutan, sungai untuk ke sebuah gedung yang disebut dengan sekolah. Wali kelas V dengan panggilan Enci Nita. Saya berkenalan dengan 18 Anak Istimewa dengan segala tingkah seumuran mereka. murid-murid kerenku. Inilah mereka.... Reva Indira Reva Indira, soal bergaya dan jadi kece kasih untuk dia. Model ini mah. Dia cukup populer di kelas setidaknya gelas impiannya selalu penuh dengan surat-surat.  https://www.instagram.com/p/BQEhlTpgsho/ Cantika Labaso Cantika Labaso, anak kuat setelah ditinggal mamaknya. Tiga hari kemudian dia langsung ke sekolah dan bisa tertawa lagi dengan teman-temannya....

8 Mili Meter

Gambar
Pernah menonton film 5 cm? orang-orang yang ada di lingkungan positif dan bersahabat selama 10 tahun itu. Nah, ini Banggai Monsale berisi orang-orang nekad dengan modal semangat dan tubuh sedikit kuat mencoba pendakian meski tidak seperti gunung Sumeru tapi tanpa persiapan yang bisa saja meluncur ke jurang dan mati aku menamai perjalanan ke Pulau Dua kecamatan Balantak Selatan itu adalah perjalanan delapan mili meter.             Kami berdelapan, seperti yang kuceritakan di awal. Mas Har orang yang berbadan besar dan sering naik gunung menjadi buddy bagi beberapa orang tapi jangan bicara dengannya jika ia sedang focus merekam video ia akan mencuekkanmu sampai kamu beku. Kak Ilin, orang yang selalu berfikir nanti kalau saya jatuh semua orang akan jatuh beruntun bahkan sudah memikirkan hal yang lebih jauh lagi dari pada itu. Kak Iin meski ia belum tentu bisa menyelamatkan orang yang jatuh ia selalu berusaha berteriak membe...

Manusia-Manusia Nekad itu Kita

Gambar
Kita Nekad hingga sampai Pulau dua ini- Taken by Ranto             Ada banyak hal yang membuat orang jomblo dan ada banyak hal juga yang membuat orang jatuh cinta bahkan di pandangan tiga detik begitu juga ada banyak hal kenapa kita berdelapan di persatukan di Banggai. Nekad dan planning yang buruk serta mengutamakan suara terbanyak meski bukan keputusan terbaik adalah salah satu alasan kenapa kita dipersatukan di Banggai.             Jam sudah menunjukkan pukul empat saat memutuskan akan berlibur ke pulau dua. Setelah menyewa mobil rental karena Destin, Timor dan Nico pintar menyetir mobil dengan segala keleletan kami semua, singgah sini sana, pamer sini sana dan sepele soal sesat masih di Banggai akhirnya kami berangkat ke kecamatan Balantak yang konon katanya jaraknya dari luwuk tiga jam untuk yang normal menyetir mobil. Sampai di MPP sebuah Desa dekat dengan Baya, pen...