Pernah menonton film 5 cm? orang-orang yang ada di lingkungan positif dan bersahabat selama 10 tahun itu. Nah, ini Banggai Monsale berisi orang-orang nekad dengan modal semangat dan tubuh sedikit kuat mencoba pendakian meski tidak seperti gunung Sumeru tapi tanpa persiapan yang bisa saja meluncur ke jurang dan mati aku menamai perjalanan ke Pulau Dua kecamatan Balantak Selatan itu adalah perjalanan delapan mili meter. Kami berdelapan, seperti yang kuceritakan di awal. Mas Har orang yang berbadan besar dan sering naik gunung menjadi buddy bagi beberapa orang tapi jangan bicara dengannya jika ia sedang focus merekam video ia akan mencuekkanmu sampai kamu beku. Kak Ilin, orang yang selalu berfikir nanti kalau saya jatuh semua orang akan jatuh beruntun bahkan sudah memikirkan hal yang lebih jauh lagi dari pada itu. Kak Iin meski ia belum tentu bisa menyelamatkan orang yang jatuh ia selalu berusaha berteriak membe...
Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.-Seno Gumira Ajidarma Ranti, perempuan penyair dari ranah minang. 2018 lalu aku pertama sekali bertemu dengannya di SKB Muara Enim. Kisahnya untuk sampai di sana, tidak mudah. Ingin tertawa takut dosa, namun kisah itulah yang akhirnya membuat aku dan tim percaya, ia akan bisa beradabtasi di Talang. Ketika di Talang, ia menjadi baik dan terus baik. Cukup seru ketika aku tau ia, rima dan mbak Sulis menjelajah Jawa seberes tugas, menarik. Gadis manis pecinta langit biru ini, suka hilang-hilang membuat susah banyak orang. Namun, menurutku dia bukan orang yang suka hilang pas lagi sayang-sayangnya kok hehehe. Selama pelatihan, aku mengamati perkembangannya. Ia semakin baik dalam beradabtasi dengan orang lain sehari-harinya. Idenya yang absurt, beberapa diterima baik oleh temannya, beberapa membuat yang mendengar berkerut kening memikirkannya. Asalnya dari Sumat...
Saat kebanyakan orang mencari kemewahan, terkadang yang sederhana itu justru menjadi hal yang tak terlupakan. Itu pelajaran yang saya dapat kala berkunjung ke Desa Penanggahan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. *** Foto oleh Nita Juniarti Bus yang kami tumpangi parkir di seberang jalan dari arah penunjuk arah “Makam Papan Tinggi”. Makam Papan Tinggi adalah salah satu daya tarik dari desa ini. Dari Banda Aceh membutuhkan waktu selama 18 jam melalui jalur Pantai Barat-Selatan dan 20 jam dari Pantai Barat-Timur karena sering macet di Kota Medan. Dari parkiran kami harus menempuh jalan setapak yang hanya bisa dilalui penjalan kaki hingga sampai pintu masuk menuju makam sudah ditunggu oleh seorang penjaga makam. Sebelum masuk, kami harus membayar Rp. 2000/orang. Setelah perkampungan, tangga yang bertingkat-tingkat menjadi pemandangan yang terhampar sejauh mata memandang. Tangga tersebut yang mengantarkan pengunjung...
Komentar
Posting Komentar