Bagaimana aku mempercayaimu?

Ada satu yang kupelajari dari banyak perempuan yang bertahan pada pilihannya atau meninggalkan yang dia pilih. Dasarnya mereka sudah berusaha, berusaha menyakini bahwa laki-laki yang mereka cintai akan datang tanpa melewati proses hukum perdata karena wanprestasi. 

Duduk sejenak kekasih, sudah lama kita tidak berbicara. Terakhir kali, kau bilang bahwa kenapa akhir-akhir ini kita jarang berkabar karena kau sedang fokus pada kerjaanmu dan lebih sering berbicara dengan temanmu. Kau tau? Padahal, perempuan yang ingin mendampingimu ini juga sangat ingin mendengar ceritamu, kesulitan yang kau alami, berdiskusi kerjaanmu tapi kau tak pernah memberinya kesempatan. Apakah kau takut terlihat lemah dalam pandanganmu? Kau kira hatinya rela ketika kau lebih sering bercerita kesulitanmu pada teman perempuanmu yang lain dari padanya? Ah, kau lupa bahwa perempuan yang menyerahkan hatinya pada kau adalah perempuan yang cukup populer, ada banyak teman laki-lakinya untuk bercerita tapi dia memilih kau. Kadang, dia selalu ingin bercerita padamu tapi kau selalu tidak punya waktu, selalu menganggapnya kuat, mengatakan ia mandiri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Jauh dilubuk hatinya, godaan besar menghadangnya, ia sangat mencintaimu sehingga ingin meninggalkan kau tapi dalam doanya hanya ada kau saja. Ah, sudahlah. 

Malam ini, perempuan itu menangis karena rindu padamu tapi kau sekedar menyapapun tidak. Jika kau fikir dia adalah perempuan yang tidak pantas kau perjuangkan harusnya kau meninggalkannya. Melepaskannya. Bukan membiarkan ia dalam bimbang tanpa arah.

Banda Aceh,

Penginapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Fakta Tentang Lamreh, Pesona Wisata Aceh yang Terlupakan

Makam Papan Tinggi dan Tali Pengabul Keinginan Desa Penanggahan, Tapanuli Tengah

10 Fakta Aceh Jaya yang Harus Anda Tahu Sebelum Berkunjung ke Sana