Postingan

Menampilkan postingan dengan label aceh

Olimpiade Sains KUARK dan Janji Terakhir

Gambar
Deg-degkan padahal semuanya siap sudah. Rasanya tidak ada yang terlewatkan. Namun, aku tetap deg-degkan tidak karuan. Pagi-pagi beberapa guru yang biasanya datang telat sudah datang. Olimpiade Sains KUARK ini sejarah baru bagi Kabupatenku, Aceh Barat Daya. Berawal dari kesempatan menjadi pengajar Muda di Banggai, pulangnya aku berjanji melakukan hal yang pernah dilakukan di penempatan. Janji terakhir itu adalah Olimpiade Sains KUARK.  24 tim hebat yang mendukung agenda besar ini. Guru-guru yang terlibat adalah guru SDIT, peserta sebanyak 53 orang dan semuanya bekerjasama. Apa yang saya syukuri? Teman-teman yang baik yang mendukung segala impian terakhir itu terwujud. Masya Allah, ketika melihat anak-anak serius mengerjakan soal. Perwakilan dari beberapa SD itu membuat saya bersyukur, kecil memang tapi saya sudah ikut terlibat pada perbaikan pendidikan daerah ini. Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang tidak terhingga ini. Janji sarjana masih sama, pergi untuk mencari penget...

Jambo Blang, Pilih sendiri kepitingmu!

Gambar
Di apit oleh jalan lintas Medan-Meulaboh dengan pemandangan sawah sebelah kirinya di sanalah warung kecil dan sederhana Jambo Blang. Warung ini ada di Kecamatan Tangan-Tangan. Jika makan kepiting di sana kita bisa memilih kepiting mana yang akan di makan bersama mie. Jambo Blang juga menjual mie kepiting dengan harga terjangkau, hanya 15 ribu saja. Sebelum memakan dan sambil menunggu pesanan, bisa menikmati semilir angin dari sawah sambil menghitung kendaraan yang lewat.

Kosongkan Gelasmu!

Gambar
Berjumpa dengan Pengajar Muda lain adalah momen paling ditunggu untuk mencharger kembali energi yang hilang, memanggil kembali rasa nasionalisme yang hilang atau tenggelam oleh pekerjaan. Indonesia Mengajar Goes to Community di SDIT Rabbani Quraan School, Selasa, 14 Januari 2019, yang paling terniat dibuat diadakan oleh komunitas Agam Inong Aceh Barat Daya. Akhirnya, setelah setahun janjian dengan Bang Ulil dan Kak Wirda terlaksana juga, Yosa yang Fress from the oven benar-benar membuat kita kembali memanggil jiwa "apa sih yang sudah dibuat untuk negeri ini?" Cerita Yosa tentang 21 jam naik perahu dari Ternate sampai Sanana, ibu kota kabupaten. Lalu dilanjutkan enam jam berperahu lagi ke Mangoli Barat, kecamatan tempat tugasnya mungkin tidak pernah kurasakan, cukup membuat aku bersyukur karena ditempatkan di Banggai. Terus, cerita tentang uang ringgit, telur Indonesia lebih mahal dari Bang Ulil yang ditempatkan di Nunukan juga tidak kalah menarik. Kak Wirda, Pengajar M...

Kayu menang : Sebuah cerita kebaikan kecil

Gambar
50 Kepala keluarga menghuni desa Kayu Menang. Nama Desanya di ambil dari kisah sebatang kayu yang sangat panjang mengalahkan semua pohon kayu di desa tersebut saat dilihat dari jauh. Orangtua desa menyebutnya "memang kayu ko meunang" dalam bahasa singkil. Akhirnya di namakanlah desa kayu menang (pohon menang). Naik robin 45 menit dari Desa Kilangan baru bisa sampai di Kayu Menang ini. Desa ini mempunyai sekolah dengan jumlah Gurunya 10 orang dengan rincian 4 honor dan 6 orang pns. Siswa 33 orang, yang paling ramai kelas 1 jumlahnya 8 orang. Kelas yang digunakan masih ada yang kelas rangkap. Kegiatan belajar bermain bersama Pengajar Muda Aceh Singkil Ketika saya di desa ini, saya hanya belajar berbicara dengan ibu-ibu, mereka tertawa dengan celetukan saya yang garing, saya bahagia. Pulangnya saya diberi 2 potong belacan singkil oleh dua orang ibu, padahal saya hanya mendengar cerita mereka tentang kampungnya, tentang anak mereka yang kuliah di lhoksemawe dan sesekali ...

Hasil seminar sehari : Guru abad 21

Gambar
Hasil Seminar sehari bersama mbak Asta Dewanti S. SPI (Salah satu Narasumber RuBi abdya 2018 ) 1. Setiap orang pertama sekali menjadi orangtua maka ia ingin melakukan yang terbaik. Sedangkan bagi anak yang pertama sekali menjadi anak maka ia menganggal dirinya paling utama 2.orang tua menganggap bahwa dirinya tau segalanya dan menganggap anak tidak tau apa-apa padahal anak ingin di dengarkan. 3. Sekolah adalah tempat membuang semua masalah di rumah, lingkungan masyarakat dll 4. Guru seolah punya kewajiban untuk membuat anak lebih baik tanpa mau tau apapun kendala si guru di sekolah. Harus jadi super pendidik, semua anak wajib diperhatikan. Seharusnya selalu ada kerjasama antara guru, orangtua dan lingkungan masyarakat agar si anak lebih baik bukan cuma kewajiban guru saja. 5. Sekolah seolah tempat penitipan anak agar digembleng dan tempat mengekspresikan diri dari segala masalah di rumah. Jika anak jadi tidak baik maka sekolah disalahkan tapi jika anak menjadi anak baik maka o...

Kasap : bugong jaro Abdya

Gambar
Pemandangen : alat untuk kasap terlihat kokoh menahan lembar kain bludu yang di atasnya sudah dijahit sedikit kasap berwarna emas. "Kami sekarang sebelas orang satu kelompok ini" ujar Rosmida warga Gampong Padang, Manggeng Aceh Barat Daya. Gampong ini, sudah memiliki gerbang "gampong kasab". Gampong ini sudah ada koperasi, setiap tahun ikut pameran. Bu Rosmida "untuk satu pelaminan biasanya selesai 3 bulan karena bagi-bagi tugas, jika sendirian bisa jadi dua tahun ini" ujar bu Rosmida, ketua pengrajin kasab. Kasab adalah salah satu khas yang ada di pantai barat selatan. Benang bewarna terang bisa jadi emas atau perak dijahit pada kain beludru merah. Biasanya untuk pelaminan atau hiasan dinding adat lainnya. "pemasaran kasab ini sudah sampai ke jakarta yang terjauh sisanya biasa ibu bupati suka memesan beberapa kasab kecil untuk di pendopo" cerita Rosmida. "apakah kasab ini ada dibuat survernir begitu bu?" tanya Rikar, ...

Laut bagi Saya

Gambar
Bagi saya... Laut selalu menarik untuk di datangi tapi selalu misterius. Ini entah kali ke berapa ke sabang dan ke pulau Rubiah tapi kali ini adalah yang paling berani sejak 2004. Berani pakai pelampung, kaca mata dan kaki bebek lalu berenang meski panik dan melihat ikan-ikan. Selalu menarik, tapi setengah mati takut ketika melihat bulu babi, senang melihat banyak ikan dengan mata telanjang saat ikan makan. Saya adalah saya, masih menyimpan rahasia pada laut seperti laut yang selalu menyimpah rahasia.

Menikmati Butir Air di Ceurace Aceh Barat Daya

Gambar
Jika ingin ke sini, bisa berenanglah. Karena itu sangat dalam. Hati-hati tenggelam Perjalanan ribuan mil diawali oleh satu langkah, begitu kata pepatah.  20 menit dari kota Blangpidie menuju kuala batee, di sanalah jalan menuju Ceurace Abdya, air terjun yang sedang hits dikunjungi oleh instagramable atau para petualang. Jalanan menuju ceurace ini  dari kampung krung batee melewati jalanan desa hingga perternakan ikan lalu jalanan berbatu. Sebelum sampai ke jalan yang membelah dua jalur itu biasanya akan diminta uang parkir motor dan juga jika tidak punya kenalan yang tau jalan ke sana laporlah kepada pemuda desa, memang nanti akan diminta bayaran untuk penunjuk jalan sebab jika salah-salah bisa saja tersesat. Tidak banyak, bisa jadi Rp. 15.000 perorang. Perjalanan menuju ceurace abdya di mulai dengan melewati perkebunan pala, kemudian menyebrang 10 sungai untuk sampai ditingkat pertama, air terjun mini dengan kolamnya. Salah satu Air terjun mini Selain itu, jala...

Allah tidak bosan mengundang Hamba-Nya

Gambar
Catatan pendek dalam renungan yang panjang. Saya menulis ini untuk sebuah pengigat diri bahwa saya selalu berusaha mewujudkan mimpi saya dan (dulu) saya adalah orang yang pantang menyerah pada segala keinginan positif saya. 2018 , terhitung tahun ke 8 sejak sebuah harapan saya tulis dalam list "to do before i die" tentang menjadi orang yang dekat dengan Quran. Memperbaiki bacaan Quran, ada dilingkungan yang belajar dan mengajarkan Quran. Sejak 2018 , setiap bulan saya mengupdate keinginan itu, satu ayat satu ayat lalu hilang fokus. 2015 , saya kembali harus fokus menghafal Quran karena jika tidak terancam tidak wisuda, buruk memang tapi mau bagaimana? Motivasi ini membuat saya menyelesaikan sedikit surat dari Quran. Malam ini, ketika menulis ini saya kembali teringat bahwa selama 2011-2018 ini beberapa kali Allah memanggil saya untuk memenuhi undangan dekat dengan Quran. Bayangkan saya, ketika 2013 saya tinggal dengan orang Turki yang mewajibkan baca Quran minimal satu...

Cuap-Cuap Tentang Duta Wisata Abdya 2018

Gambar
Duta wisata 8 Besar Abdya Jadi genk, ceritanya pemilihannya sampe malem dan make upnya uda 3 kali terkena wudhu. Btw, kami juara harapan 2, serius banget pasangan guah sahal? Adik-adik 2013. Terus karena baju kita mirip dan sama-sama juara harapan 2, dia bilang "Kak Nit, taukan cerita nabi dan khadijah?" sukses buat panitia dan peserta lainnya ngakak setelah puas mereka membully kamk. Ini anak minta dipukul sampe kurus kali ya 🙄 but, thanks untuk semua yang uda ngedukung aku buat ikutin ajang yang bukan aku banget ini. Kenapa aku ikut ajang duta-dutaan begini? Sebenarnya alasan terkuat adalah aku ingin mencoba sesuatu di luar diriku, jika biasanya aku ikut sesuatu karena aku yakin itu hobi atau hal yang aku bisa. Ini aku mencoba yang bukan aku sekali. Berpakaian, berjalan, berfikir kritis dan lain-lain adalah tantangan berat di duta ini. Sambil mikir jawaban pertayaan plus kaki pegal karena hak yang harus dipertimbankan dan juga make up takut terlalu tebal pokoknya se...

Pengumuman penempatan

Gambar
Malam itu, kami di perintahkan untuk menuliskan dua tempat yang ingin ditempatkan pada peace camp 2018 . Saya memilih Aceh Tengah, kenapa? Tentu saja menantang diri dengan dingin udara di sana dan bahasa yang berbeda. Pengumumannya dibacakan kemudian di tempel di mading. Tidak dramatis memang tapi cukup Deg-degkan saat melihat namaku terpampang di desa Serempah, Aceh Tengah dengan 6 orang lainnya. Terima kasih Tuhan untuk kesempatan kembali belajar.

Dari Gunung ke Ruangan

Gambar
6 bulan setelah pulang dari Luwuk-Banggai, dunia dogeng sebagai pengajar muda berakhir. Dunia dogeng kedua tentang  Aceh Peace Camp dengan tema "kampungku sayang" tema dibuat oleh rumah relawan remaja.  40 orang yang ikut menempuh jalanan yang terjal, berbatu dan kadang terjatuh. 1 Juli 2018, pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh Besar. Kenapa ini penting? Karena menjadi guru/pengajar/orang yang ingin mengabdi ke kampung harus punya fisik yang kuat lagi pula nabi bilang bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai. Perjalanan ini menarik, mengenal teman satu sama lain. Mengobrol di jalanan, terjatuh, terguling dengan jalanan terjal. 425 Mdp rasanya begitu banyak cerita, terutama menyaksikan teman-teman yang mendaki dengan kerudung lebar dan rok, pertama sekali. Yang terpenting perjalanan ini telah membuat saya percaya bahwa saya benar-benar mencintai Negeri ini, Aceh. Mendapati orang-orang keren yang peduli pada kampung, orang-orang yang kemanapun pergi harus mengigat kamp...

Aceh peace camp 2018

Gambar
Kiriman dari Mas Rifai, Sulawesi Tengah Apa itu Peace Camp? program belajar dan bermain bersama anak-anak pedalaman Aceh. Ada 3 kabupaten yang akan didatangi : Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dengan 5 desa yang akan ditempati. Tahun ini 40 orang anak muda Aceh yang ikut.  Kegiatan ini di adakan oleh Rumah Relawan Remaja. Selama 4 hari peserta dibekali dengan pelatihan Kurikulum dan dua hari pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh besar.  Kegiatan ini akan berlangsung selama 7-15 juli 2018.

Arya Nusa : Kolam Khusus Anak-anak

Gambar
Berbatasan laut hanya dengan tembok setinggi 1.5 meter di Labuhan Haji di sanalah kolam Arya Nusa terletak. Kolam ini digemari oleh orangtua dari Kabupaten Aceh Barat daya dan Aceh selatan. Jika ke labuhan haji kolam ini terletak sekitar 10 menit masuk ke dalam dari arah pelabuhan labuhan haji. Jika menyewa pondok yang ada di kolam tersebut maka cukuplah membayar 15 ribu rupiah. Uniknya, kolam ini hanya boleh anak-anak maksimal sampai usia 15 tahun karena kolamnya yang berjumlah 4 kolam itu hanya sampai 1 meter yang paling dalam. Ada untuk anak-anak usia 3 tahun, kolam usia 7 tahun, kolam usia 10 tahun dan kolam 10 tahun-15 tahun. Di sana juga menyediakan ban untuk di sewakan dengan membayar 15 ribu rupiah dan di sana menjual berbagai makanan dari mie, nasi, kelapa dan lain-lain. Pengunjung juga bisa membawa makanan dan minuman sendiri serta bisa membawa tikar untuk pinknik. Cocok sekali untuk anak-anak.

Fun Bike dan Fun Walk buka Hut Abdya ke-16

Gambar
10.000 peserta Fun Bike dan Fun Walk mengisi ruang luas lapangan persada Aceh Barat Daya (Minggu, 1/4). Tema Fun Bike yang diambil adalah "Satu sepeda sejuta sahabat" dan Fun Walk "Ayo ayunkan langkahmu sehatkan jantungmu" dalam rangka memeriahkan Hut Abdya ke-16. Rute yang di lalui Fun Bike adalah :Lapangan persada-Susoh-Sangkalan kembali lagi ke Persada. Sedangkan Fun Walk Lapangan Persada-Kantor Pos-Pukesmas Blangpidie dan kembali ke Persada.  "Fun Walk dan Fun Bike hanya a pembukaan, akan ada Pergelaran kesenian Rakyat, Olahraga. Harapan panitia : pada event selanjutnya partisipasi masyarakat tetap seperti di funwalk dan fun bike" kata SekdaKab drs. Tambrin yang menjabat sebagai ketua panitia dalam laporannya. Muhammad Din, Harian Serambi Indonesia menyebutkan "semangat fun walk dan fun bike ini adalah semangat untuk membangun abdya" Akmal Ibrahim S.H sendiri menyampaikan bahwa "Dalam rangka peringatan ulang tahun Abd...

Menatap Panorama dari Benteng Inong Balee Aceh Besar

Gambar
Pemandangan dari atas Benteng Inong Balee Benteng inong Balee begitu namanya dikenal. Objek wisata benteng ini sudah banyak roboh hingga menyisakan reruntuhan batu. Meski demikian, dari atas benteng ini pemandangan yang indah disuguhkan dengan baik dan luar biasa indah apalagi jika hari sedang cerah. Benteng  ini terletak di Ujung Timur Teluk Krueng Raya. Benteng ini erat kaitannya dengan laksamana laut wanita pertama Kesultanan Aceh yang berjasa besar dalam mengawal diplomasi internasional antara Aceh dengan negara-negara Eropa yaitu Keumala Hayati atau dikenal dengan Malahayati sehigga benteng ini disebut juga benteng Malahayati. Benteng tersebut berbentuk persegi panjang, batas temboknya sudah dipenuhi semak belukar baik di kiri maupun di kanan sedangkan sebelumnya terdapat ladang masyarakat, untuk sampai ke benteng ini harus melewati jalan yang rusak parah lebih pas disebut jalan setapak. Meski demikian, setelah melalui jalan yang rusak parah tersebut, letih kita a...

Berziarah ke Makam Papan Tinggi Barus

Gambar
Suasana desa terlihat sederhana, tidak ada yang istimewa. Bus yang penulis tumpangi bersama teman-teman Sejarah Kebudayaan Islam menuju ke parkiran jalan yang bersebrangan dengan penunjuk arah “Makam Papan Tinggi” pada 17 Januari 2015. Makam Papan tinggi terletak di Desa Penanggahan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Perjalanan ke Barus di tempuh sangat melelahkan selama 18 jam dari Kota Banda Aceh melalui jalur Pantai Barat-Selatan dan 20 jam dari Pantai Barat-Timur karena sering Macet di Kota Medan. Perjalanan menuju makam papan tinggi mulanya menempuh jalan setapak hingga di ujung jalan terdapat orang yang menjaga pintu masuk meminta bayaran Rp2 ribu/orang bagi setiap penziarah. Lokasi pemakaman masih jauh, harus menempuh desa, lubuk larangan kemudian tangga yang bertingkat-tingkat melalui puncak bukit dengan berjalan kaki.  Desa Penangahan yang merupakan daerah turorial untuk Makam Papan Tinggi uniknya hanya dihuni oleh sebuah keluar...

Kain tenun

Pelestarian pusaka (warisan budaya), baik alam maupun budaya hingga saat ini belum dianggap sebagai hal yang penting. Hal itu disebabkan berbagai alasan, mulai dari anggapan bahwa pelestarian adalah anti kemajuan atau perkembangan hingga pada anggapan bahwa pelestarian tidak menguntungkan secara ekonomis. Dengan demikian, dianggap kecil kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan hidup. Akan tetapi, di beberapa negara maju, pelestarian pusaka alam dan budaya, baik yang tangible (bendawi) maupun intangible (non-bendawi) dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakatnya serta menjamin keberlanjutan pembangunan. Berdasarkan pemahaman di atas, warisan budaya Aceh memiliki potensi daya tarik wisata. Warisan budaya mampu menarik pengunjung, baik wisatawan lokal, Nusantara, maupun mancanegara, sehingga warisan budaya dapat menjadi objek dan atraksi wisata utama, bahkan andalan atau icon di Aceh. Negara-negara maju di dunia, seperti Pran...

Aceh Membara

Aceh kayaknya nggak pernah sepi dari konflik. Tanah Rencong ini benar-benar subur banget dengan pergolakan. Nggak percaya? Sejak kamu bisa melek, mungkin cerita yang disodorkan tentang Aceh adalah kekerasan. Sangat boleh jadi, kisah tentang kampung halamannya Tjut Nyak Dien ini adalah sebuah pergolakan, yang tentunya pula dibumbui dengan adegan berdarah-darah. Yup, Aceh memang bersimbah darah. Sobat muda muslim, kita pengen ngajak kamu berpikir politis dalam kasus ini. Tapi bukan berarti kudu terjun ke dunia politik praktis ya? Kita sekadar ngajak kamu berpikir politis. Anak muda kudu hebat dong dalam masalah ini. Supaya nggak identik terus dengan urusan hura-hura dan miskin idealisme. Inilah saatnya membangun imej baru tentang kiprah remaja Islam euy! Remaja pun kudu ngeh politik. Oke? Oke deh, sekadar tahu aja bahwa pergolakan Aceh belakangan ini, kian menjadi-jadi setelah GAM diproklamirkan pada 4 Desember 1976. Gerakan Aceh Merdeka ini getol banget merongrong kedaulatan NKRI. ...