Postingan

Doa harian sepanjang Ramadan

Doa harian sepanjang Ramadan 1. Ya Allah jadikanlah puasaku sebagai puasa orang yang benar-benar puasa. Dan juga ibadah malamku sebagai ibadah orang yang benar-benar ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. 2. Ya Allah dekatkanlah aku kepada keridhaan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan dan siksaan-Mu. Berilah aku kemampuan dan kelancaran dalam membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu. 3. Ya Allah, berikanlag aku kemudahan dalam berfikir. Jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Berilah aku kebahagiaan dari segala kebaikan yang engkau turunkab demi kemurahan-Mu 4. Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku menegakkan perintah-Mu dan berikanlah aku manisnya berzikir mengigat-Mu agar aku selalu bersyukur kepada-Mu. Jagalah aku dengan penjagaan dan perlindungan-Mu 5. Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang memohon ampun. Dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang salih dan setia. Serta jadikanlah aku diantara ualiya-Mu yang dekat di sisi-Mu dengan kelembutan-M...

Akhirnya

Gambar
Di dunia ini memang ada orang yang saling  mencintai lalu disatukan dalam ikatan pernikahan. Ada juga yang tidak dipersatukan. Ada yang Allah pisahkan puluhan tahun lalu dipertemukan. Bahkan ada yang mencintai tapi tidak dicintai oleh orang tersebut. Itu merupakan bentuk keadilan Allah. Puluhan hari terpisah tanpa komunikasi, beberapa tahun terpisah tanpa bertemu dan puluhan ribu mil jarak telah terlampaui. Hari itu, di mana Mus menggunakan pakaian putih, sarung berwarna dan terlihat amat rapi. Hari itu, istimewa sekali. Pertayaannya tiga bulan lalu, adakah Majnun melupakan Laila kekasihnya itu yang tengah berjauhan? terjawab tuntas. "Saya terima nikah dan kawinnya Syifa..." Suaranya lantang, memegang tangan Abi Syifa dengan tegas. Syifa bahkan tidak mendengar apapun lagi selain kata sah, ia sudah larut dalam keharuan. Perjuangan selama hampir satu tahun itu telah mengantar mereka pada mahligai suci pernikahan. Sejak Mus mengatakan ia ingin serius dengan Syifa, berbagai cobaa...

Setelah 10 Tahun

Gambar
Ayah Ky sudah meninggal sebuah pesan masuk melalui WA tengah hari tua. Deg, sudah lama sekali tidak masuk WA dari pemilik nama “Ky” di handphoneku. Aku tidak membalas pesan itu hingga malam tiba, malamnya baru kuputuskan melepon saja. Aku dan Iky, lelaki itu kami seumuran dan berkenalan ketika jaman SMA. Agak lama, baru kemudian diangkat. “Maaf, telpon malam-malam.” “Tidak apa-apa, terima kasih.” Lantas tanpa segan ia menangis, lama sekali. Aku hanya mendengar tangisannya, tanpa berkomentar. “Fa, maafin kesalahan ayah Iky ya” “Sudahlah, Fa sudah memaafkan ayah ky sejak dulu. Fa bersyukur karena sikap ayah ky kita jadi berjalan lebih jauh dalam beberapa tahun ini, khususnya Fa”  Ia masih sesegukan, tidak pernah segan meski ia lelaki. Aku mengerti yang dimaksud oleh Iky, 10 tahun silam setelah beres dari SMA dan berpacaran 2 tahun dengan Iky, aku berniat hijrah. Ingin menjadi orang lebih baik dengan ikut kajian, salah satu yang dianjurkan dalam grup pengajian adalah tidak punya p...

Umi

Gambar
Perempuan setengah abad itu memasuki rumah. Ia tersenyum, aku menyalaminya. "Sudah lama?" tanyanya ramah "Sudah Bu" "Panggil saja Umi" "Ini Nur, teman saya dan Uti" Ujar Fat, Anaknya "Oh Nur, dari mana tadi?" "Penginapan Umi" Ujar saya "Datang dari mana sampai harus ada penginapan segala?" "Dari Luwuk Umi, saya aslinya dari Sumatera" Percakapan bergulir banyak, perempuan bernama Zainab itu bertanya banyak padaku. Ceritanya juga panjang lebar hingga akhirnya, meminta foto bersama, takut tidak pernah berjumpa lagi.  3 tahun setelah itu, anak lelakinya banyak bercerita tentang Umi.  Umi, ia mendidik semua anaknya agar mandiri, bisa mencuci pakaian, mengurusi barang-barang, menata kamar dll,  sudah dilatih sejak aku umur 8 tahun. Umi mewajibkan anak-anaknya bisa menamatkan al-Quran di usia 8 tahun, mendukung masa-masa kritis saat Mahasiswa hingga selesai studi. Ia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk bertangun...

Penyair dari Ranah Minang

Gambar
Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.-Seno Gumira Ajidarma Ranti, perempuan penyair dari ranah minang. 2018 lalu aku pertama sekali bertemu dengannya di SKB Muara Enim. Kisahnya untuk sampai di sana, tidak mudah. Ingin tertawa takut dosa, namun kisah itulah yang akhirnya membuat aku dan tim percaya, ia akan bisa beradabtasi di Talang. Ketika di Talang, ia menjadi baik dan terus baik. Cukup seru ketika aku tau ia, rima dan mbak Sulis menjelajah Jawa seberes tugas, menarik. Gadis manis pecinta langit biru ini, suka hilang-hilang membuat susah banyak orang. Namun, menurutku dia bukan orang yang suka hilang pas lagi sayang-sayangnya kok hehehe. Selama pelatihan, aku mengamati perkembangannya. Ia semakin baik dalam beradabtasi dengan orang lain sehari-harinya. Idenya yang absurt, beberapa diterima baik oleh temannya, beberapa membuat yang mendengar berkerut kening memikirkannya. Asalnya dari Sumat...

Gadis penuh kejutan

Gambar
Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa." – Seno Gumira Ajidarma Adalah Siti Azizah, perempuan penuh kejutan dari Bogor. Cita-cita ingin punya rumah dan halaman luas dengan pesannya jangan buang permen karet sembarangan karena bisa mati ayam. Kutipan Seno diatas bisa jadi untuk anaknya kelak hahaha. Sejak pertama sekali berjumpa dengan Siti, aku yakin dia adalah salah satu perempuan cantik dipekerjaan kali ini. Benar saja, dia cantik ketika aku bertemu lagi saat pelatihan. Wah, aku tidak pernah salah mengenali perempuan cantik hahaha. Menurut Siti, di dunia ini lebih banyak pertayaan dari pada jawaban, bisa jadi salah satu pertayaannya tentang tulisan ini hahaha. Aku agak ragu menulis tentang siti, soalnya takut image cantiknya rusak. Aku ngeri menerjemahkan...

Setelah November

Gambar
Sekian bulan setelah kau menanti tangan banyak orang bersamaan dengan ucapan semoga barakah, langgeng selalu dan cepat mendapatkan momongan. Kau kembali mengabariku, aku tak paham apakah ini sebuah pedih yang kau simpan sebelum hari dengan lancar kau ucapkan akad tapi bukan namaku? entah ini hanya sebuah kisah belum kau selesaikan. Setelah sekian bulan, ketika melihat bulan di langit kau mengatakan bahwa kau mengenangku. Aku paham, Kau tidak bisa membohongi kenangan bersama bulan yang menemani kita berdua ketika merangkai rindu diatap rumahmu hari itu. Sebuah janji yang pasti kau ucapkan saat malam merambat sunyi “aku tidak mau kehilanganmu”seolah mengikat kakimu, menghujam. Kau yang menyimpan bekas botol air mineral di kamarmu yang iseng kuberikan saat mengikuti sebuah kegiatan relawan, kau letakkan itu,  diantara pajangan kamar yang megah. Lalu, diam-diam sebelum aku meninggalkan kotamu kau masukkan ke dalam tasku "pergi dan jangan melihat ke belakang, aku tidak suka ditatap ole...