Postingan

Kau dan rasa inginmu

Gambar
"Aku ingin melihat wajahmu barang satu menit bolehkah?" "Aku sedang tidak mood untuk videocall dan aku ingin istirahat!" Tiba-tiba, rasanya langit runtuh begitu saja. Tawa-tawa yang sebelumnya tercipta dan pembicaaan hangat menjadi lenyap seketika, diganti dengan kesedihan yang bertalu-talu.  "Kau keren. Bisa menolak keinginan orang lain yang diinginkan darimu!" "Emosiku sedang tidak bagus akhir-akhir ini!" "Iya, kau keren. Aku? Tidak pernah bisa menolak permintaan terutama pada seseorang yang kusayangi, meski waktu itu aku sedang tidak ingin. Apakah sudah sedemikian kodrat perempuan? Harus melayani sekalipun dia sedang tidak ingin dan teramat lelah. Apakah sudah demikian kodrat lelaki? Sesuka hati kapan dia ingin dan kapan dia tidak ingin menolak tanpa peduli apapun. Katamu... Kau ingin menjadi teman dan sahabat. Kau ingin mengerti pola berfikirku Kau tidak ingin mendominasi Tapi... Sudahlah Cukup hatiku terluka hari ini.... Abdya, 00.04 wi...

Bagaimana aku mempercayaimu?

Gambar
Ada satu yang kupelajari dari banyak perempuan yang bertahan pada pilihannya atau meninggalkan yang dia pilih. Dasarnya mereka sudah berusaha, berusaha menyakini bahwa laki-laki yang mereka cintai akan datang tanpa melewati proses hukum perdata karena wanprestasi.  Duduk sejenak kekasih, sudah lama kita tidak berbicara. Terakhir kali, kau bilang bahwa kenapa akhir-akhir ini kita jarang berkabar karena kau sedang fokus pada kerjaanmu dan lebih sering berbicara dengan temanmu. Kau tau? Padahal, perempuan yang ingin mendampingimu ini juga sangat ingin mendengar ceritamu, kesulitan yang kau alami, berdiskusi kerjaanmu tapi kau tak pernah memberinya kesempatan. Apakah kau takut terlihat lemah dalam pandanganmu? Kau kira hatinya rela ketika kau lebih sering bercerita kesulitanmu pada teman perempuanmu yang lain dari padanya? Ah, kau lupa bahwa perempuan yang menyerahkan hatinya pada kau adalah perempuan yang cukup populer, ada banyak teman laki-lakinya untuk bercerita tapi dia memilih ka...

Persimpangan

Gambar
Perempuan itu belum tidur, ia khawatir kekasihnya dalam perjalanan.  "kau sudah sampai? Aman?" Tidak ada jawaban Satu jam Dua jam Dua jam setengah Aku sudah sampai dan ingin istirahat Sebuah pesan masuk ke Handphonenya. Perempuan itu lega, kekasihnya selamat sampai tujuan.  Ra, aku sudah sampai dan ingin istirahat Laki-laki itu mengirimkan pesan yang sama pada perempuan lain.  Ia tidur, tidak mengubris apapun.  Perempuan itu tidak bisa tidur, iseng ia mencari sebuah nama di instagram dan memantaunya. Postingan terakhir 18 jam yang lalu dengan lokasi "tebet". Perempuan itu berusaha menganalisis, melihat lagi stories kekasihnya sama persis. Ia kembali menscroll aku perempuan itu, kembali status-statusnya berisi kalimat ambigu. Jangan cepat mengambil keputusan terhadap yang kamu rasakan Hampir semua kalimat berakhiran "Zi". Ia tercenung, imajinasinya liar. Ia berprasangka bahwa itu kekasihnya.  Pagi tiba, 10 November hari pahlawan.  "Zi, aku ingin bicara...

November Tanpa Hujan

Gambar
Percakapan itu dimulai dari sebuah foto. Bukan kau dalam foto itu, kau dibalik kamera. Bersedia mengambil foto aku dengan temanku yang sedang marok melihat lampu kota demikian cantik, seperti kisah kita yang ciamik. [12/11 22:16] ☘️ Hhh.. Bgmna adoe. Halah [12/11 22:17] 🏝: Tek bagaimana2 [12/11 22:18] ☘️: ini barusan [12/11 22:19] 🏝 Sa tak ingt kapan 😅 barangkali itu pemberitahuan dari google foto. Ah iya, selamat ulang tahun pernikahan juga adun. Iyakan? [12/11 22:21] ☘️ Yayaya.. sy tunggu walimanya adoe.. Semoga [12/11 22:22] 🏝: Nanti sa undang ga datang awas ya Lelaki itu tidak membalas tapi ia menelepon. Aku antara girang dan tidak tega akhirnya memutuskan mengangkatnya. Aku tau, kau dan aku masih berada diantara kecanggungan yang tiada tara. ☘️ kon, di mana adoe? Tanyamu memulai percakapan setelah tertawa. "Ada di rumah ini" 🍀 rumah mana? "rumah saya, tek mungkin rumahnya ngana" Kau tertawa, masih renyah seperti dahulu dan kutebak kau salting, sebagaiman b...

November : Kau, aku, kita

Gambar
Ketika ia masih menunggu kekasihnya menyatakan cinta dengan lamaran, perempuan itu hampir putus asa sebab kekasihnya tak kunjung peka. Kekasihnya percaya waktu bukan soal pembuktian cinta, tapi perempuan itu tidak begitu. Ia percaya bahwa cinta dan waktu adalah garis lurus yang tidak bisa dipisahkan. Hubungan itu tidak berkembang ke mana-mana, komitmen mereka kembali di isi ketidakpercayaan hingga semesta mengirimkan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan mereka berdua.  "Fa, menikahkah denganku." "hah?" "aku ajak kau menikah, tapi harus mau dibawa kemana saya suka" "Ajak kemana?" "Pertama ke pelaminan, kedua kemana saya pergi kecuali ke maut ga bs ajak-ajak, soalnya hak Penguasa alam raya" Perempuan itu terdiam, jika saya ajakan itu dari kekasihnya tentu ia mengangguk lebih cepat dari pada kecepatan cahaya. "gimana" "besok ya saya jawab" Perempuan itu ada dipersimpangan, cintanya terguncang godaan maha dahsyat, dilam...

Prasangka

Gambar
  Meski sudah belajar banyak, meski sudah tau tips ini itu, sungguh tidak mudah bagi seorang perempuan mengatasi perasaannya sendiri, rasanya teramat mustahil baginya setiap kali ia mengalami guncangan perasaan. Jun dan Wi jarang bertengkar, selama LDRan, Dunia yang berada dalam resesi membuat mereka semakin kalut dengan pertahanan masing-masing. Rencana pernikahan harus ditunda, keadaan tidak memungkinkan. Biasanya salah satu dari mereka mengalah agar tidak terjadi pertengkaran hebat, tapi tidak malam itu, mereka sama-sama jenuh.  "Aku capek sekali, berusaha sebisa mungkin  untuk niat baik. Tapi barangkali kau memahaminya berbeda" teriak Jun diseberang sana  "Kalo kau capek : berhentilah" Wi balas berteriak "Cari uang untuk bisa melamarmu siang dan malam, yakinkan Umi, mama, kamu, dan bahkan meyakinkan dirimu juga aku, semuanya harus kulakukan sendiri. Aneh, bukannya kau yang terdengar ingin berhenti" "Dan aku ga pernah ada bersama kau?" "J...

Berhenti sejenak

Gambar
Lelaki itu semangat bercerita tentang kegiatannya, ia terus bercerita. "Dik, tolong jangan katakan padaku jika aku sibuk sebab aku bisa stress dengan itu, aku tau akhir-akhir ini kegiatanku banyak. Aku ingin menjelajahi banyak tempat" "mainlah kak sampai kamu lelah" "bukan, sampai Tuhan memanggil untuk pulang" "mainlah" Lelaki itu tertawa, ia tau perempuan itu sedang menyindirnya. "kau tau dik, sebetulnya setiap kali pulang ke rumah dan lelah dengan kegiatan seharian aku ingin sekali punya seseorang yang bisa kupeluk, aku juga ingin menikah" Perempuan diujung telepon hanya tertawa, hatinya sudah lara sejak lama. Ia menunggu kekasihnya berhenti sejenak dan memikirkan bahwa ada perempuan yang sedang menunggunya mengajak bermain bersama, lelah bersama dan memikirkan beberapa pekerjaan bersama. Pembicaraan malam itu belum menemui final keputusan, perempuan masih ragu menerima cinta yang lain, ia masih menunggu kekasihnya. Hingg...