Postingan

Menampilkan postingan dengan label relawan

Gadis penuh kejutan

Gambar
Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa." – Seno Gumira Ajidarma Adalah Siti Azizah, perempuan penuh kejutan dari Bogor. Cita-cita ingin punya rumah dan halaman luas dengan pesannya jangan buang permen karet sembarangan karena bisa mati ayam. Kutipan Seno diatas bisa jadi untuk anaknya kelak hahaha. Sejak pertama sekali berjumpa dengan Siti, aku yakin dia adalah salah satu perempuan cantik dipekerjaan kali ini. Benar saja, dia cantik ketika aku bertemu lagi saat pelatihan. Wah, aku tidak pernah salah mengenali perempuan cantik hahaha. Menurut Siti, di dunia ini lebih banyak pertayaan dari pada jawaban, bisa jadi salah satu pertayaannya tentang tulisan ini hahaha. Aku agak ragu menulis tentang siti, soalnya takut image cantiknya rusak. Aku ngeri menerjemahkan...

Sigupai Mambaco tahun ke-2 Ramadan

Gambar
Buku bisa mengubah hidup seseorang dan itu akan tampak ketika ia berada di atas panggung. Hanya orang hebatlah yang layak berdiri di atas panggung dan berbicara pada banyak orang (Gol A Gong) Tahun ke-3 Ramadan bersama sigupai mambaco, tahun ke-2 di rumah. Niat awal membuat Sigupai Mambaco di pantai hanya modal motor, tikar dan buku itu hanya agar buku-buku tidak dibaca sendiri. Nyatanya, sekarang anak-anak terbiasa ke rumah. Pada saat memberi, engkau sedang menerima. Itu yang aku dengar dari pepatah lama maka memberi waktu, memberi tempat, menyediakan fasilitas untuk mewarnai masa kecil anak-anak adalah jalan yang aku putuskan sejak tahun 2018 lalu. Setelah saya menyelesaikan karantina 28 hari dan mulai keluar rumah. Beberapa anak mengetahui saya sudah pulang. Dua hari lalu, 5 orang anak bertamu ke rumah. Merengek-rengek minta sigupai mambaco di buka.  "kak, lomba seperti tahun lalu" usul mereka "tidak bisa, karena saat ini sedang ada upaya pencegah...

RuBI Jember : Catatan Tentang Belajar

Gambar
"Menjaga semangat, terus belajar dan berada di lingkungan yang bisa menjaga semangat itu" ujar Cak Iqbal di malam terakhir RuBI Jember ketika aku dan dua teman lainnya masih setia nongkrong di depan teras rumahnya. Tahun lalu, ketika relawan narasumber dan dokumentator datang ke Aceh Barat Daya saya mengikrarkan janji dalam diri saya "tahun depan, saya harus menjadi narasumber dan punya rompi seperti mereka". Muluk? Jelas, apa sih yang saya punya sampai seberani itu. Namun, Allah maha baik. Doa setahun lalu itu di jawab, saya bisa mengikuti RuBI Jember, Jawa Timur. Apa yang saya beri? Mungkin tidak berarti, hanya demo yang pernah saya pelajari tentang media pembelajaran kreatif.  "Terima kasih mbak" seorang guru menyalami saya. Dug, saya terharu, saya kira materi saya belum berguna. "Terima kasih mbak, terus semangat" guru yang lain menyalami saya. "saya sama mbak ini, berguna sekali materinya" tapi si Bapak Guru h...

Orang-Orang yang bekerja dalam diam

Gambar
Saya bukan pengguna cadar ini hanya saat itu saja, dimana langit dijunjung di situ bumi dipijak  Terlibat dengan dunia relawan memang menyenangkan, dapat banyak teman dan banyak pemikiran baru juga. Perjalanan ke ibukota kali ini harus kulanjutkan berkunjung ke tempat adikku, bukan berkunjung sih lebih tepatnya aku menumpang sejenak sebab ada beberapa agenda yang nantinya harus kutuntaskan sebelum kembali ke rumah. Jika sebelumnya suka menangis saat menonton film dokumenter kehidupan pengajar muda, bukan soal betapa susahnya si pengajar muda mengajar di sana tapi betapa baiknya anak-anak di desa, betapa baiknya orang desa, betapa beruntungnya pernah tinggal di situasi seperti itu.  Jalan jelek tapi pemandangan dari atas sini bagus sekali Sekarang, aku dihadapkan pada kehidupan adikku, yang menjadi pengajar di pesantren tahfidh nun jauh di puncak dua kota bogor. Jalan yang dihadapinya tidak mudah, tapi dia sangat profesional dalam berkendara, alhamdulillah. Tidak kus...

Kelas Inspirasi Abdya 2 : Menularkan Tawa

Gambar
Seperti halnya tertawa, kebahagiaan itu ternyata bisa menular juga. Jika seorang tertawa terkekeh-kekeh pasti yang lain ikut tertawa meski tidak tau kenapa ia tertawa. Begitulah kelas inspirasi sifatnya menular, menularkan kebahagiaan bagaikan jamur di musim penghujan. Saya memperkenalkan nama saya dengan panggilan "Juni" bukan apa-apa terlalu sering dipanggil Nita rasanya tidak ada perbendaan nanti ini kegiatan apa. Akhirnya saya memperkenalkan nama dengan cara berbeda. baik, ini angka berapa? Saya menunjukkan jari tangan saya "enam" "dalam kalender bulan ke enam namanya apa?" "Juni" "ini bulan apa?" kembali saya menunjukkan jari tangan saya "juni" "ini siapa?" saya menunjukkan diri sendiri "Bu Juni"  Ketika ikut kelas Inspirasi 2 Aceh Barat Daya, ada bagian menebak profesi apa saya, menarik untuk diceritakan. "buk, tidak ada tulisannya" kata Delvi Saya menyerahkan kert...

Pulau Gosong, Sampah dan Kita

Gambar
Anggota liburan 10 Maret lalu, setelah berjanji berbulan-bulan akhirnya terwujud panitia lokal RuBI Abdya main ke Pulau Gosong. Seperti anak muda jaman hits lainnya, main ke gosong yang terkenal enak untuk mandi dan berenang. Kami menghabiskan waktu separuh hari untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati kami. Lantas kemudian, makan bersama setelah susah payah mengipasi ikan panggang. Bercerita sejenak, bersantai hingga ketika hari mendung dan kami harus pulang, kami memutuskan untuk memilih sampah yang bertebaran di pinggir pantai pulau gosong. Dapat sekarung. Memilih sampah dipinggir pulau Lalu pulang, saat sampai di darat. "apa ini?" "sampah pak" "kenapa dibawa pulang?" "jangan kotor laut pak" "kami saja buang terus sampah ke laut, kalian malah bawa pulang" "nah? Laut bukan tempat sampah pak" Kami tau, hal ini kecil dan tidak berdampak banyak tapi setidaknya kami sudah belajar mengurangi sam...

Olimpiade Sains KUARK dan Janji Terakhir

Gambar
Deg-degkan padahal semuanya siap sudah. Rasanya tidak ada yang terlewatkan. Namun, aku tetap deg-degkan tidak karuan. Pagi-pagi beberapa guru yang biasanya datang telat sudah datang. Olimpiade Sains KUARK ini sejarah baru bagi Kabupatenku, Aceh Barat Daya. Berawal dari kesempatan menjadi pengajar Muda di Banggai, pulangnya aku berjanji melakukan hal yang pernah dilakukan di penempatan. Janji terakhir itu adalah Olimpiade Sains KUARK.  24 tim hebat yang mendukung agenda besar ini. Guru-guru yang terlibat adalah guru SDIT, peserta sebanyak 53 orang dan semuanya bekerjasama. Apa yang saya syukuri? Teman-teman yang baik yang mendukung segala impian terakhir itu terwujud. Masya Allah, ketika melihat anak-anak serius mengerjakan soal. Perwakilan dari beberapa SD itu membuat saya bersyukur, kecil memang tapi saya sudah ikut terlibat pada perbaikan pendidikan daerah ini. Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang tidak terhingga ini. Janji sarjana masih sama, pergi untuk mencari penget...

Lampung : Yang belum Selesai di Jelajahi

Gambar
Ada banyak ajakan disuruh pergi dari zona nyaman agar banyak pengalaman maka mari berpetualang. Nah, pertualangan paling drama itu ke Mesuji. Setelah penutupan Muara Enim Cerdas, malamnya berangkat naik kereta ke Palembang dan sampai terlalu cepat sehingga menggembel di stasiun Kertapati. Paginya menumpang buat rusuh di rumah Dikun sampai kejar-kejaran dengan waktu untuk mendapatkan travel ke Lampung. Perjalanan ke Mesuji di mulai jam 11 siang dari kampung empek-empek Palembang. Perjalanan baru bukan tentang menemukan mertua tapi tentang melipat jarak. Kalo ibunya bersedia dijadiin mertua boleh sih *apa sih nit. Bang Tim, bener kali ini aku ke rumahnya. 6 jam perjalanan naik travel dari Palembang. Satu jam lagi naik motor ke rumahnya berhubung hujan, jalan ke sana berubah jadi jalanan semendo, jalanan hendak ke batui dari bakong atau jalan ampera. Ternyata bang Tim ndak perlu jadi PM udah terlatih. Pantes waktu bonceng di Banggai dulu ndak pernah jatuh. "sebenarnya mau j...

Belajar dan Terus mengupgrade diri, Catatan 6 Bulan RuBI

Gambar
"It is our choices, that show what we truly are, far more than our abilities" - Albus Dumbledore - 6 Orang panitia Ruang berbagi Ilmu Aceh Barat Daya telah Allah jodohkan kami untuk sedikit menyicil janji pada ibu pertiwi. 6 Orang panitia yang bukan kaleng-kaleng, saya belajar dari mereka. Hari-hari yang kami jalani selama Ruang Berbagi ilmu (RuBI) tidaklah mudah. Bayangkanlah, kami berenam harus dikagetkan dengan peserta sebanyak hampir 150 orang. Tidak ada yang menduga. Pada hari H kami masih berlarian ke sana ke mari sebab kursi belum diatur dan ruangan belum beres. Beberapa guru membicarakan kami, kami ditinggalkan begitu saja kesannya, berenam bekerja. Namun, kami dikirimi 13 orang narasumber yang tidak tergantikan, mereka datang menolong mengangkat kursi, membantu dengan sigap. Wajaj-wajah sudah tidak karuan berubah menjadi tawa tidak tertahankan ketika melihat aksi guru-guru Aceh Barat Daya dengan tome-tome, maka kami bertanya haruskah kami menyerah pada perjua...

Kosongkan Gelasmu!

Gambar
Berjumpa dengan Pengajar Muda lain adalah momen paling ditunggu untuk mencharger kembali energi yang hilang, memanggil kembali rasa nasionalisme yang hilang atau tenggelam oleh pekerjaan. Indonesia Mengajar Goes to Community di SDIT Rabbani Quraan School, Selasa, 14 Januari 2019, yang paling terniat dibuat diadakan oleh komunitas Agam Inong Aceh Barat Daya. Akhirnya, setelah setahun janjian dengan Bang Ulil dan Kak Wirda terlaksana juga, Yosa yang Fress from the oven benar-benar membuat kita kembali memanggil jiwa "apa sih yang sudah dibuat untuk negeri ini?" Cerita Yosa tentang 21 jam naik perahu dari Ternate sampai Sanana, ibu kota kabupaten. Lalu dilanjutkan enam jam berperahu lagi ke Mangoli Barat, kecamatan tempat tugasnya mungkin tidak pernah kurasakan, cukup membuat aku bersyukur karena ditempatkan di Banggai. Terus, cerita tentang uang ringgit, telur Indonesia lebih mahal dari Bang Ulil yang ditempatkan di Nunukan juga tidak kalah menarik. Kak Wirda, Pengajar M...

Semoga Istiqamah

Gambar
Alhamdulillah sudah setahun Sigupai Mambaco, baca gratis setiap Minggu sore di Dermaga susoh berjalan. Tepat tanggal 7 Januari 2018 pertama sekali di Operasikan dengan sepeda motor, beberapa buku dan tikar kecil. Kemudian, Riffa membantu meminjamkan buku dan mencetakkan spanduk lalu beberapa teman : Gia, Kak War, Adek Randa mulai membantu pekerjaan rutin ini. Akhirnya keranjang yang menganggur di rumahpun jadi sasaran untuk mengatur buku-buku. Lalu, seperti keinginan yang didoakan terus menerus agar jalan jauh dan bukunya banyak, Tuhan cepat mengabulkan. Bulan April akhirnya ada becak lengkap dengan rak buku dari astra asuransi sekalian dengan buku dan peresmian wajah baru. Kemudian mulai menjelajahi Ujung Manggeng, Pantai Bali, Ie Dikila, Pantai Kuta Meurandeh, Pasir Putih Labuhan Haji, kunjungan ke sekolah SDIT Rabbani Quran School. Berkat Ridho Allah jualah tetap istiqamah di Dermaga Susoh selain agenda di atas. Buku-buku datang dari yang berbaik hati, dari pembaca Sigupai M...

Lihat, Amati, Modifikasi

Gambar
Ada dunia yang kita bisa saja tinggal di dalamnya karena candu dan cinta. Menumbuhkan rasa cinta adalah yang sulit untuk sesuatu yang belum candu. Sejak 7 Januari 2018, saya membuka lapak baca di Pantai Ujong Serangga Susoh yang sampai sekarang masih bertahan tapi hanya setiap minggu. Saat ini, meski saya tidak di Aceh Barat Daya, Sigupai Mambaco lapak baca yang diberi nama itu tetap jalan dengan empat Fasilitator mahasiswa dan siswa SMA. Di awal membangun ini, saya dibantu Riffa teman saya yang ikut menitipkan 20 buku di lapak Sigupai Mambaco kemudian untuk jalan biasanya saya, Randa, Gia dan Kak War ikut meramaikan lapak. Seiring berjalan waktu, dengan berbagai anggapan orang-orang akhirnya Sigupai Mambaco muncul dengan wajah baru berupa becak. Kita bahkan piknik di Kabupaten sebelah. Rumah yang kami tempati sedang renovasi, jadi rak buku yang biasanya diboncengi becak harus nangkring di depan rumah. Sudah lama saya punya pemikiran ingin buka rumah belajar tapi belum juga...

Dari Gunung ke Ruangan

Gambar
6 bulan setelah pulang dari Luwuk-Banggai, dunia dogeng sebagai pengajar muda berakhir. Dunia dogeng kedua tentang  Aceh Peace Camp dengan tema "kampungku sayang" tema dibuat oleh rumah relawan remaja.  40 orang yang ikut menempuh jalanan yang terjal, berbatu dan kadang terjatuh. 1 Juli 2018, pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh Besar. Kenapa ini penting? Karena menjadi guru/pengajar/orang yang ingin mengabdi ke kampung harus punya fisik yang kuat lagi pula nabi bilang bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai. Perjalanan ini menarik, mengenal teman satu sama lain. Mengobrol di jalanan, terjatuh, terguling dengan jalanan terjal. 425 Mdp rasanya begitu banyak cerita, terutama menyaksikan teman-teman yang mendaki dengan kerudung lebar dan rok, pertama sekali. Yang terpenting perjalanan ini telah membuat saya percaya bahwa saya benar-benar mencintai Negeri ini, Aceh. Mendapati orang-orang keren yang peduli pada kampung, orang-orang yang kemanapun pergi harus mengigat kamp...

Aceh peace camp 2018

Gambar
Kiriman dari Mas Rifai, Sulawesi Tengah Apa itu Peace Camp? program belajar dan bermain bersama anak-anak pedalaman Aceh. Ada 3 kabupaten yang akan didatangi : Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dengan 5 desa yang akan ditempati. Tahun ini 40 orang anak muda Aceh yang ikut.  Kegiatan ini di adakan oleh Rumah Relawan Remaja. Selama 4 hari peserta dibekali dengan pelatihan Kurikulum dan dua hari pelatihan fisik di Cot Tulo Po, Aceh besar.  Kegiatan ini akan berlangsung selama 7-15 juli 2018.